Pendidikan

Gubernur NTB: Sayangkan Ada Oknum Yang Sengaja Bikin Kisruh

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah sayangkan ada oknum yang sengaja bikin gaduh dengan intimidasi salah seorang mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan S1 kesehatan di Korea. Dugaan itu muncul saat adanya screen shot percakapan oknum LSM dengan salah seorang mahasiswa yang beredar di media sosial.

Dalam percakapan, salah seorang oknum mengirim link berita terkait rencana DPRD NTB akan bentuk panitia khusus atau tim pencari fakta beasiswa pendidikan ke Korea Selatan. Akibat itu semua, membuat salah seorang mahasiswa mengirimkan isi percakapan itu kesalah seorang berbunyi, di paksa oleh oknum LSM ini paman, cerita-cerita, biar oknum LSM mau teror Gubernur dengan pernyataan-pernyataan teman-teman disini (Korea, red), dan lain sebagainya.

Terhadap hal itu, Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah angkat bicara dengan dan menjawab komentar netizen di media sosial.

“Susah juga kita akan maju kalau begini modelnya,” ungkapnya, Senin (9/9).

Saat di konfirmasi media, sapaan Dr Zul mengaku, rupanya memang ada yang sengaja bikin kisruh terhadap keberadaan mahasiswa yang ada di Korea. Padahal, dirinya sudah menjelaskan tidak ada mahasiswa asal NTB yang terlantar disana.

Memang sebelumnya, ada hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan Pemerintah di Korea dari perjanjian sebelumnya. Sehingga Pemprov mencarikan solusi yang tepat bagi mereka dan mengirim tim melihat kondisi mahasiswa tersebut.

‚ÄúSetelah di kroscek Nggak ada yang terlantar. Jika ada yang tidak sesuai, langsung kita atasi serta carikan solusinya. Tapi, kenapa masih ada saja oknum yang sengaja mencari kesalahan. Padahal itu bukan program Pemprov,” kata dia.

Mantan Anggota DPR RI itu membeberkan dasar pengirim mengacu pada surat permohonan Pemprov NTB ke DPRD NTB dengan nomor 042/42/KSS/2019 tertanggal 19 februari 2019. Dimana, Pemrov meminta persetujuan kerjasama dengan Universitas Chodang Republik Korea dibidang pendidikan dan magang bagi tenaga kesehatan. Itu pun sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 28 tahun 2018 tentang kerjasama daerah pasal 38 harus mendapatkan persetujuan.

Bahkan dalam surat itu dilampirkan profil Universitas Chodang Republik Korea, leter of intent/pernyataan kehendak antara Pemprov dengan Universitas Chodang Republik Korea serta isi kerja sama. Saat itu Pemprov langsung mengirimkan 18 pelajar NTB dari jumlah 35 orang.

Dia juga menceritakan kronologis kenapa sampai mengirim mahasiswa ke Korea. Awalnya ada tawaran menarik dari Dekan Kedokteran Unram yakni doktor Hamsu, mendengar tawaran tersebut, dirinya meminta doktor Hamsu meyakinkan dirinya seperti apa polanya.

Mendengar jawaban doktor Hamsu bahwa Chodang University sangat meyakinkan sehingga dirinya perintahkan Direktur RSUP, Kepala Dinas Kesehatan NTB dan Asisten II Setda NTB untuk kroscek kebenaran tawaran itu ke Korea. Laporan dari Direktur RSUP, Dinas Kesehatan dan Asisten bahwa oke dan meyakinkan, dibuat lah pola pengiriman.

Terlebih Presiden Chodang pun sempatkan diri datang ke NTB. Hanya saja, setelah mahasiswa itu disana, ada hal-hal yang tidak sesuai harapan, sehingga meminta LPP tangani, setelah adanya tindaklanjut, ternyata mereka aman-aman saja disana, tidak seperti yang disampaikan bahwa terlantar.

Yang jelas, sebelum mereka kuliah, harus ikuti pelatihan bahasa dulu, jangan sampai mereka tidak mampu berbahasa sehingga berdampak buruk terhadap kerja mereka terlebih harus mampu menguasai bahas medis disana.

Kondisi mahasiswa disana dinyatakan aman dan tidak ada yang terlantar, setelah Dubes Korea mengkroscek dan bertemu langsung dengan mahasiwa disana.

“Janganlah bikin isu liar yang dapat membuat gaduh, sehingga kita tidak bisa maju karena majunya sebuah daerah harus dimulai dari peningkatan sumber daya manusia yang mumpuni,” tutupnya sembari menegaskan, sudah tidak ada persoalan karena mahasiswa sudah tertangani dengan baik. (TN-04)

Related Articles

Back to top button