Politik

Dewan NTB Sebut, Tim Investasi Aset Daerah Gagal

Mataram, Talikanews.com – Salah seorang Anggota DPRD NTB, Ruslan Turmuzi mempertanyakan kontribusi pendapatan aset daerah dari investasi aset selama ini. Dimana, aset pemerintah provinsi NTB yang sudah dipihak ketiga kan tidak ada yang berjalan apalagi menguntungkan.

“Yang jadi persoalan saat ini, pendapatan dari aset daerah banyak tidak optimal antara lain penerimaan kontribusi dari kerjasama pihak ketiga pengelolaan aset, saya rasa sangat kecil kata lain jauh dari target. Hal itu karena, aset yang sudah dipihak ketiga kan mangkrak,” ungkapnya Sabtu (7/9).

Politisi PDIP ini menyebut, kurangnya pendapatan kontribusi aset itu akibat kecerobohan pemerintah provinsi yang membentuk tim invetasi dipimpin oleh orang yang tidak jeli dalam menilai, mengkaji dan mengkroscek mana investor mana calo.

“Saya lihat dan amati, tim Investasi selama ini gagal dalam pelaksanaan menunjuk perusahaan yang akan berinvestasi,” kata dia.

Dia mencontohkan, dari hasil beauty contest aset Pemprov yang ada di Gili Tangkong, Sekotong Lombok Barat. Dimana, ada Investor yang benar-benar serius dan memiliki modal dengan konsep bagus, namun tidak dipertimbangkan. Justru yang diberikan nilai tertinggi (scorsing) merupakan perusahaan yang patut diduga belum jelas asal usulnya.

Apakah tim investasi pemprov melihat keseriusan perusahaan dari sisi administrasi atau kesungguhan perusahaan itu sendiri. Mestinya tim investasi harus mampu berfilling dan melihat keseriusan investor sebagai bahan kebijakan, apakah perusahaan yang ditunjuk serius berinvestasi atau sekedar calo.

“Jangan sampai perusahaan itu menang secara administrasi tapi kemampuan dari sisi pengembangan dan modal tidak ada. Itu mesti di kroscek lebih jauh,” papar dia.

Yang sangat fatal lanjutnya, aset pemerintah yang sudah di pihak ketiga kan sejak beberap tahun seperti Al – Hamra, depan kantor Imigrasi Mataram, kemudian Eks rumah dinas pimpinan DPRD NTB di Karang Jangkong, NCC yang di depan Polsekta Mataram, Gili Trawangan dan Gili Nango.

Aset-aset tersebut, perusahaan pemenangnya sudah ada tapi, tidak ada realisasi bentuk pembangunan sampai saat ini alias terkesan lahan itu dibiarkan mangkrak. Sehingga, dirinya berpesan supaya pemerintah lebih berhati-hati dalam menilai dan melihat Investor.

“Jangan tergiur dengan melihat tulisan presiden direktur dalam profil perusahaan tersebut. Tim investasi harus mampu melihat keseriusan para perusahaan atau owner yang benar-benar ingin bekerja.Jangan sampai tim invetasi memenangkan perusahaan abal-abal,” terangnya sembari menegaskan, berikan kesempatan kepada perusahaan yang serius ingin bekerja paling tidak sebagai kado HUT NTB khusus para perusahaan yang sudah kuasai lahan.

“Mestinya, bagi perusahaan yang sudah kuasai aset, berikan kado di HUT NTB dengan mulai membangun atau, bagi perusahaan yang siap membangun bentuk kado HUT NTB, segera berikan izin berinvestasi,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button