Dewan Minta Gubernur NTB Evaluasi Tim Investasi Aset Daerah

Mataram, Talikanews.com – Adanya dugaan ketidak transparanan tim investasi daerah dari para investor dalam penentuan pemenang beauty contest pengelolaan aset Gili Tangkong, Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Membuat salah seorang Anggota DPRD NTB, Ruslan Turmuzi meminta kepada Gubernur supaya evaluasi bahkan ganti tim investasi aset daerah tersebut.

Hal itu dikatakannya karena khawatir pola kerja tim investasi aset pemerintah saat ini, akan banyak lahan terbengkalai, khususnya lahan yang sudah di pihak ketiga kan, tidak dikelola langsung oleh perusahaan yang ditunjuk.

“Contoh, aset lahan yang di BIL, sampai saat ini tidak pernah tuntas. Kontribusinya tidak pernah di bayar,” ungkapnya Sabtu (7/9).

Tidak hanya itu lanjut politisi PDIP, aset pemerintah yang sudah di pihak ketiga kan sejak beberap tahun lalu seperti Al – Hamra, depan kantor Imigrasi Mataram, kemudian Eks rumah dinas pimpinan DPRD NTB di Karang Jangkong, NCC yang di depan Polsekta Mataram, Gili Trawangan dan Gili Nango. Aset-aset tersebut tidak ada tindak lanjut bentuk pembangunan sampai saat ini sesuai yang diharapkan pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Gubernur supaya ganti tim investasi terutama ketua tim diganti dan dibubarkan. Karena, setiap hasil kajian, analisa tentang perusahaan yang mengajukan pengelolaan aset, tidak ada terbukti serius membangun. Terlebih, ada dugaan oknum tim panitia beauty contest saling menghubungi dengan seorang oknum tertentu untuk mengawal salah satu perusahaan hingga menang.

Akibat itu semua, Dewan akan panggil tim investasi untuk mempertanyakan menyangkut aset pemerintah, termasuk soal proses beauty contest karena, terbukti bahwa aset pemerintah yang di pihak ketiga kan selalu rugi kata lain, tidak pernah memberikan kontribusi maksimal.

Dimana, kontribusi pendapatan aset dalam setahun hanya Rp 20 juta dari kontribusi pasar seni, Golong dan lain-lain. Minimnya kontribusi itu dan belum adanya perusahaan yang sudah dipercaya kelola aset tersebut mulai membangun. Sehingga, Dewan menduga ada permianan dalam proses kajian maupun penunjukan.

“Lebih baik tim investasi itu dibubarkan saja. Jangan sampai hanya habiskan uang daerah untuk menggaji tapi, hasil kerja tidak ada yang beres,” tegas dia.

Ruslan juga meminta kepada Gubernur supaya ulang proses Beauty Contest Gili Tangkong. Karena, dilihat dari jadwal pelaksanaan seakan di desain.

Dugaan itu ada ketika para investor yang dikalahkan buka suara, kemudian menyebut ada saling telepon perusahaan yang hasil nilai scor atas keterlibatan Mr X.

Tidak hanya itu, perusahaan yang nilainya paling tinggi itu tidak berdomisili di NTB bahkan di Indonesia, yang mestinya kedepankan putra daerah.

Dia melihat, pada proses beauty contest Gili Tangkong, tim panitia investasi lebih mengedepankan administrasi bentuk dokumetasi dari perusahaan.

“Apakah administrasi itu menjamin tidak orang tersebut serius berinvestasi,” terang dia.

Sehingga dirinya bertanya, apakah pemprov dalam hal ini tim panitia investasi mecari investor dari sisi administrasi atau yang benar-benar bekerja dan punya modal?.

“Yang pasti, minta tim investasi itu di evaluasi bila perlu diganti,” tegas politisi 5 periode itu sembari mengatakan, tim investasi yang telah dibentuk itu, tidak pernah berhasil membawa NTB lebih maju dan berkembang dibidang investasi. (TN-04).

Related Articles

Back to top button