Politik

Komposisi Fraksi di DPRD NTB Terbentuk

Mataram, Talikanews.com – Fraksi-fraksi yang ada di DPRD NTB terhadap Dewan baru dilantik periode 2019-2014 terbentuk pada Selasa 3 September 2019. Terhadap fraksi tersebut akan ditetapkan dalam rapat paripurna pada Jumat 5 September mendatang.

Sekretaris Dewan NTB, H Mahdi menyampaikan, setelah melalui pembahasan internal partai, sehingga terbentuknya fraksi yang merupakan perpanjangan tangan partai politik di gedung DPRD.

“Alhamdulillah, fraksi ini akan ditetapkan melalui paru-paru pada hari Jumat mendatang, jika tidak ada halangan. Paling telat pada Senin pekan depan,” ungkapnya Rabu (4/9).

Mahdi memaparkan komposisi masing-masing fraksi mulai dari Fraksi Golkar selaku ketua yakni, L Satriawandi, Umar Said sebagai Wakil, Busrah Hasan Sekretaris dan L Ahmad Ismail Bendahara.

Untuk Fraksi Gerindra Ketuanya Nuval Furqony Farinduan, L Sudiartawan sebagai wakil, Sudirsah Suyanto sekretarisnya.

Fraksi Demokrat memang sudah terbentuk, namun dokumen belum diserahkan, kalaupun begitu menurut informasi Ketuanya TGH Mahally Fikri.

Fraksi PPP Ketuanya Muhammad Akri, Rusli Manawari sebagai wakil, HM Adung sekretaris.

Untuk Fraksi PKS Ketua TGH Patompo Adnan, wakilnya TGH Satriawan, Sekretaris Sambirang Ahmadi, H Samsudin Majid selaku bendahara.

Sedangkan Fraksi Nasdem, Ketua dipegang Multazam, wakilnya Asaad Abdullah, sekretaris Raihan Anwar dan Bohari Muslim sebagai bendahara. Fraksi PAN, H Hasbullah Muis sebagai Ketua, H Najumudin Mustofa wakilnya, Saefudin Zohri dan Adi Mahyudi sebagai sekretaris, M Nasir bendahara.

Untuk Fraksi PKB, ketuanya HL Hadrian Irfani, wakilnya Akhdiyansah, terakhir, Fraksi Bintang Perjuangan Karya Rakyat ketuanya HL Budi Suryata, wakil Jalaludin, sekretaris H Moh Edwin Hadiwijaya.

“Nah untuk FBPKR ini terdiri dari PDIP (empat kursi), PBB (dua kursi) Berkarya (dua kursi) dan Hanura (satu kursi),” kata Mahdi.

Dia menambahkan, sebelumnya jumlah Fraksi di DPRD itu ada 10, kini berkurang jadi Sembilan karena syarat satu fraksi itu lima kursi yang tidak bisa dicapai oleh partai.

Menurut Mahdi, setelah penetapan Fraksi melalui paripurna itu, akan dilanjutkan pembahasan Tata Tertib (tatib) yang akan makan waktu 2 Minggu paling cepat karena ada panitia khusus. Setelah Tatib selesai, dilanjutkan pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) yang didalamnya bahas pimpinan definitif DPRD NTB, kemudian Badan Musyawarah (Banmus), Badan Anggaran Banggar), Badan Kehormatan (BK) dan Komisi.

“Diantara semua AKD itu, kemungkinan akan alot itu saat bahas Komisi. Itu disebabkan jatah partai tergantung koalisi,” tuturnya sembari menegaskan, pembahasan AKD bisa makan waktu 2 bulan lebih tergantung kesepakatan partai politik atau koalisi.

Ketua Fraksi Golkar L Satriawandi dikonfirmasi mengaku FG terbentuk Selasa siang. Dirinya akan fokus ikuti mekanisme bahas Tatib yang merupakan AKD. Apa langkah Fraksi Golkar? Satriawandi masih nunggu arahan partai terkait rencana program dalam pengawasan program pemerintah.

“Tidak bisa melangkah sebelum ada petunjuk pimpinan, mengenai apa yang akan dilakukan nanti,” tutupnya. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button