Beredar Teka-Teki Dugaan Penggelapan Dana Bidik Misi Beasiswa di Unram

Mataram, Talikanews.com – Beredar teka-teki dana bidik misi beasiswa bagi mahasiswa miskin maupun berprestasi di Universitas Mataram tersebar di media sosial info mahasiswa. Adapun bunyinya pengganti bidik misi sudah di umumkan dan uangnya sudah cair.

Ternyata sebelum mahasiswa melakukan penarikan, sudah ada penarikan terlebih dahulu. Katanya itu untuk memberikan ganti uang kepada mahasiswa yang ganti BM by sebesar Rp 3 juta lebih per mahasiswa ditarik dari rekeningnya.

Pas dikonfirmasi kepada beberapa mahasiswa yang diganti sebagai sampling awal ternyata mereka (penerima, red) tidak menerima apa-apa.

“Lalu, siapakah yang menarik,” sebut akun bang Amri Presma.

Oleh sebab itu, Bang Amri Presma mengajak mahasiswa Unram untuk sama-sama buka teka-teki tersebut yang sudah sangat lama dan menjadi tradisi.

“Masih ingat kasus suap KKN kan?,” tanya dia.

Mahasiswa lengah hingga sampai hari ini tim menghianati apa yang menjadi tugasnya. Mahasiswa yang harus mengawal dan membukanya langsung.

“Kita semua, mahasiswa Unram, karena kalau saya sendiri nanti saya sendiri di wisudakan tanpa skripsi,” ungkapnya.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram, Akhmad Amri dikonfirmasi membenarkan isunya memang ada dan BEM sendiri sudah mengusut.

“BEM sudah melakukan advokasi dan seterusnya terkait hal tersebut. Kami belum mempublish terkait hasilnya pak,” ucap dia saat Selasa (3/9).

Dia menjelaskan alasan belum publis karena ada beberapa hal yang belum terang. Tapi, yang jelas ini masuk ranah maladministrasi, jika dilihat dari hasil penelusuran BEM.

“Kami menunggu beberapa hal untuk langkah berikutnya karena ada beberapa SK dari kementrian. Alangkah eloknya jika dapat berdiskusi langsung terkait hal ini,” terangnya.

Disinggung jika ada dugaan aladministrasi, kenapa tidak laporkan ke Ombudsman? Amri lebih memilih diam.

Informasi diserap media ini, Ombudsman RI perwakilan NTB, sedang mendalami dugaan aladministrasi terkait dana bidik misi beasiswa di Unram tersebut.
Terkait hal itu, Rektor Universitas Mataram, Prof HL Husni dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan. (TN-04)

Related Articles

Back to top button