Gubernur NTB Akui Pengiriman Mahasiswa ke Korea Untuk Bekerja

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah akhirnya mengakui bahwa pengiriman mahasiswa ke Korea itu bukan program beasiswa pendidikan melainkan untuk bekerja merawat orang tua yang ada di Korea.

“Kan dulu dekan fakultas kedokteran Unram itu bilang bahwa Chodang University, sudah lama bekerjasama Unram. Nah, kita kelebihan perawat, kebetulan ada peluang untuk di upgrade jadi S1, iya kita kirim. Karena, selama proses upgrade, mereka bisa bekerja merawat orang tua disana, disamping dapat gaji lumayan, mereka juga dapat pengalaman internasional dapat gelar juga,” ungkapnya di Mataram Jumat (30/8).

Sapaan Dr Zul itu menceritakan kronologis kenapa sampai mengirim mahasiswa ke Korea. Awalnya ada tawaran menarik dari Dekan Kedokteran Unram yakni prof Hamsu, mendengar tawaran tersebut, dirinya meminta prof Hamsu meyakinkan seperti apa polanya.

Mendengar jawaban prof Hamsu bahwa Chodang University sangat meyakinkan sehingga dirinya perintahkan Direktur RSUP, Kepala Dinas Kesehatan NTB dan Asisten II Setda NTB untuk kroscek kebenaran tawaran itu ke Korea. Laporan dari Direktur RSUP, Dinas Kesehatan dan Asisten bahwa oke dan meyakinkan, dibuat lah pola pengiriman.

Terlebih Presiden Chodang pun sempatkan diri datang ke NTB. Hanya saja, setelah mahasiswa itu disana, ada hal-hal yang tidak sesuai harapan, sehingga meminta LPP tangani.

“Yang jelas, yang berangkat itu tidak dikasih beasiswa tapi untuk bekerja. Mengenai mereka meminjam uang CSR itu diyakini bisa diganti dengan gaji mereka,” kata dia.

Disinggung soal syarat untuk bisa bekerja disana harus mampu berbahasa? Dr Zul sedikit geram kepada pertanyaan awak media dan memaparkan bahwa, sebelum mereka kuliah, harus pelatihan bahasa dulu, jangan sampai saat merawat orang tua disana (nyuntik, red) caranya salah karena belum mengerti bahasa disana.

Mengenai dugaan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)? Politisi PKS itu meminta supaya jangan bikin gaduh, karena inisiator program tersebut bukan dari Pemda melainkan tawaran Dekan Kedokteran Unram. Hanya saja, ketika melihat program bagus jelas selaku pemerintah daerah mendukung.

Yang jelas lanjutnya, hari ini (Jumat, red) dirinya mendapat informasi dari Dubes Korea yang sudah mengkroscek kondisi mahasiswa disana menyatakan tidak ada satu pun mahasiswa terlantar seperti diberitakan.

“Saya juga sudah kirim staf yakni pak Hadi untuk melihat kondisi mahasiswa itu, laporan pak Hadi tidak ada yang terlantar alias baik-baik saja,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button