Gubernur NTB Sebut Bangun Pariwisata Itu Bukan Identik Promosi

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah angkat bicara terkait tudingan kepimpinan Zul-Rohmi tidak peduli atau tidak lagi prioritaskan sektor pariwisata. Dimana, membangun maupun mengembangkan sektor pariwisata itu tidak identik dengan promosi saja.

Sapaan Dr Zul kembali mempertanyakan siapa yang bilang pariwisata bukan prioritas. Malah, sektor pariwisata itu paling penting. Akan tetapi, segala sesuatu itu tidak harus dilihat atau membangun sesuatu dari anggaran APBD saja.

Mantan Anggota DPR RI menegaskan, program zero waste dibuat untuk kepentingan mendukung pariwisata juga.

“Yang dikeluhkan wisatawan yakni tentang sampah, bagaimana mereka bisa nyaman berlibur di destinasi kita kalau tidak bersih, malah soal sampah dikeluhkan para wisatawan,” kata dia.

Bagi politisi PKS itu, tidak ada pilihan lain selain Pariwisata, namun tidak harus eksplesit misalnya derek flight juga pariwisata.

“Setelah di analisa, pariwisata itu tidak hanya mendesain atau mendandani destinasi. Tapi, bagaimana akses ke destinasi apakah sudah bagus tidak,” cetusnya.

Dia menambahkan, apakah sukseskan pembangunan infrastruktur MotoGP juga tidak masuk pariwisata. Kemudian jalan baypass BIL-Kute yang akan menelan anggaran Rp 1,4 Trilun. Jelas apa yang dibangun merupakan pendukung pariwisata juga.
“Konsep besar, bangun infrastruktur, konektiviti adalah salah satu pendukung utama pariwisata,” tutur dia.

Intinya, program zero waste, revitalisasi posyandu, stunting dan Infrastruktur itu juga mendukung kemajuan pariwisata NTB.

“Gimana mau bangun pariwisata kalau tidak didukung kebersihan, pendidikan dan kesehatan. Masak masyarakat yang lagi sakit harus melayani wisatawan yang berlibur di NTB,” tutupnya.

Untuk diketahui, program Zero Waste dianggarkan dalam RAPBD NTB tahun anggaran 2020 sebesar Rp 31,4 miliar. Rinciannya, untuk pengembangan kinerja pengelolaan persampahan mencapai Rp 25,8 miliar, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa sebesar Rp 1,2 miliar promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat Rp 2,9 miliar, pengembangan permukiman Rp 900 juta dan lain-lain.

Selanjutnya program unggulan Revitalisasi Posyandu dan stunting dianggarkan lebih besar lagi mencapai Rp 77,1 miliar. Rinciannya, untuk perbaikan gizi masyarakat sebesar Rp 10,6 miliar, meningkatkan peran perempuan di desa Rp 2 miliar, pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Rp 55,1 miliar, meningkatkan ketahanan pangan Rp 3,2 miliar, penguatan kelembagaan gender dan anak Rp 1,1 miliar dan lain-lain.

Kemudian program unggulan Revitalisasi Posyandu seperti perbaikan gizi masyarakat sebesar Rp 10,6 miliar, meningkatkan peran perempuan di desa Rp 2 miliar, pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan air limbah Rp 55,1 miliar, meningkatkan ketahanan pangan Rp 3,2 miliar, penguatan kelembagaan gender dan anak Rp 1,1 miliar dan lain-lain.

“Revitalisasi Posyandu dianggarkan sebesar Rp 77,14 miliar,” papar Iswandi dalam rapat paripurna Senin sore.

Berikutnya industrialisasi yang menjadi salah satu program unggulan Zul-Rohmi akan dianggarkan sebesar Rp 197,7 miliar. Terdiri dari pengembangan industri kecil dan menengah Rp 17,1 miliar, pengembangan budidaya perikanan Rp 2 miliar, pembinaan di SMK untuk industrialisasi sebesar Rp 36,6 miliar, dan lain sebagainya.

Program unggulan terakhir yaitu infrastruktur menelan anggaran paling besar mencapai Rp 442,6 miliar.

“Dalam RAPBD 2020, dapat dijelaskan bahwa pengembangan pariwisata tetap mendapatkan perhatian pemerintah Provinsi NTB. Urusan pariwisata mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 25 miliar,” sebut Iswandi.

Berdasarkan dokumen resmi Nota Keuangan RAPBD tahun anggaran 2020, khusus untuk program pengembangan pemasaran pariwisata dianggarkan sebesar Rp 4 miliar. Kemudian pengembangan destinasi pariwisata Rp 5,7 miliar dan lain-lain. (TN-04)

Related Articles

Back to top button