Ombak Pantai Tomang-Omang Makan 15 Korban Jiwa, Ini Langkah Bupati Loteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pada hari Minggu 25 Agustus, masyarakat yang tinggal tidak jauh dari Pantai Tomang-omang yang berlokasi di Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat. Telah dihebohkan atas meninggalnya wisatawan asal Timur Tengah (Jeddah) yang merupakan Ibu dan Anak.
Tragedi itu telah menambah catatan korban yang meninggal dunia akibat ganasnya ombak “maling” (pencuri,red) pantai Tomang-Omang yakni sebanyak 15 orang.
Akibat itu semua, Bupati Lombok Tengah, H Moh Suhaili FT ikut berbela sungkawa atas meninggalnya wisatawan Timur Tengah tersebut. Politisi Golkar itu pun sangat menyayangkan kembali terjadi oleh sebab itu, pemerintah daerah akan memetakan lokasi-lokasi yang dinilai angker untuk di berikan tanda dan himbauan.
“Kedepan akan kita buat penyekat atau pagar supaya lokasi-lokasi yang di anggap angker itu tidak di pakai untuk berenang,” ungkapnya Senin (26/8).
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Loteng H. Lalu Putria mengaku, sebelum kedua korban ibu dan anak turun mandi di pantai tersebut sempat di beritahu oleh petugas PAM pantai bahwa lokasi itu sangat berbahaya dan di larang untuk berenang di sekitar area tersebut. Namun wisatawan bersangkutan tidak mengindahkan peringatan dari PAM pantai.
“Sebelumnya petugas pantai sudah memberikan warning namun ibu dan anak itu tidak mengindahkan peringatan dari Penjaga Pantai,” kata dia.
Lalu Puntria juga menyayangkan hal ini terjadi lagi karna sejuah ini sudah 15 orang yang menjadi korban dari keganasan ombak maling pantai ketapak itu. Secara tidak langsung lanjutnya akan berdampak terdahap kurangnya minat pengunjung ke lokasi itu.
“Kedepan, lokasi-lokasi yang di angap angker itu akan kita buat pagar pembatas supaya lokasi tidak di jamah wisatawan,” tutupnya. (TN-03)





