Penggemukan Sapi Australia Akan Turunkan Angka Kemiskinan di NTB

Mataram, Talikanews.com – Ide cerdas selalu muncul dari Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah. Bagaimana tidak, saat ini sedang membujuk investor asal Australia supaya berkenan membangun pabrik pakan ternak sapi di daerah seribu masjid ini.

“Program NTB Sejuta Sapi kepemimpinan sebelumnya tidak jalan karena tak miliki pabrik pakan. Begitu juga peternakan kita nggak bisa maju karena tidak dilengkapi pabrik pakan,” ungkapnya Rabu (14/8).

Dia menjelaskan, pada dasarnya pemerintah provinsi NTB tidak import sapi dari Australia. Melainkan melakukan penggemukan untuk mendapatkan keuntungan besar baik bagi pemerintah sendiri maupun masyarakat demi bisa turunkan angka kemiskinan.

Dimana, setelah dilakukan pemetaan oleh Investor asal Australia yang datang melihat infrastruktur yang dimiliki pemerintah NTB, peternakan NTB tidak kompetitif karena tidak ada industri pakan.

“Kalau musim kering kita kelaparan, sehingga secara logika, tidak mungkin jual sapi dalam kondisi kurus. Perlu penggemuk dulu supaya mendapatkan keuntungan,” kata dia.

Politisi PKS itu mengaku, daerah ini mempunya bahan baku pembuatan pakan dan semuanya ada seperti Jagung. Akan tetapi, Jagung yang dipanen oleh petani dengan bangga menjualnya keluar daerah. Padahal, kalau di olah di daerah, tentu akan menambah nilai produk yang dapat menyerap tenaga kerja dan dapat mengurangi kemiskinan.

“Yang jadi persoal, mau bikin pabrik pakan, insentifnya dari mana. Kemudian, setelah bikin pabrik, pasarnya juga nggak ada karena, Sapi yang makan tidak ada akibat jumlahnya kecil. Padahal melihat infrastruktur kita seperti RPH dan lain sebagainya sangat lengkap, parahnya lagi yang mau dipotong nggak ada,” paparnya.

Oleh karena itu, ketika investor datang ingin membangun pabrik pakan, maka RPH itu akan hidup itupun jika ada sapinya.

“Australia dekat sekali untuk datangkan Sapi. Karena, Sapi lokal kita tidak cukup jumlahnya, kalau bisa beli sapi kurus di Australia kemudian kita gemukkan di NTB, gunakan pabrik pakan, bisnis pakan dapat manfaat dan penggemukan juga dapat untung,” terang dia.

Dia memilih datangkan Sapi untuk penggemukan dari Australia karena bisa import langsung dianggap dekat, hanya memakan waktu 2 jam menuju NTB.

“Jika itu terjadi, NTB akan sejahtera. Itu alasan saya bujuk investor itu supaya mau bangun pabrik pakan. Karena, bujuk investor nggak gampang,” kata Zul.

Pemerintah Provinsi NTB minta sebanyak 500-1000 ekor Sapi Australia bisa didatangkan, sambil belajar. Oleh karenanya, bagi investor yang mau berinvestasi di NTB akan dipermudah izin, baik itu pengusaha lokal maupun luar.

“Intinya kita lagi bujuk investor itu supaya mau bangun pabrik pakan Sapi di NTB,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button