Gubernur NTB Sindir Kunker Dewan ke Luar Negeri

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah sindir para anggota DPRD NTB yang kunjungan kerja ke negara Eropa tersebut. Mestinya, Mesti para anggota dewan yang berangkat harus peka, setelah pulang, buat kegiatan pres konferensi untuk memaparkan hasilnya supaya masyarakat tidak berfikir negatif.
“Kenapa masyarakat sering marah, karena selama ini dimaknai jalan-jalan aja. Itu disebabkan, yang sudah berangkat, begitu pulang tidak memaparkan apa saja dikerjakan di negara bersangkutan kemudian apa keuntungan bagi daerah,” ungkapnya Rabu (14/8).
Menurutnya, sindiran itu dilayangkan oleh masyarakat karena masyarakat tidak pernah dipaparkan apa hasil perjalanan wakilnya ke negara-negara Eropa tersebut.
“Saya sudah 15 tahun jadi anggota DPR, setiap jalan pasti ada reword, jangan kita alergi ketika ada kunjungan ke Luar Negeri, apalagi ke Australia sangat dekat, kemudian Malaysia dan Singapura. Tapi, apa yang didapat disana mestinya disampaikan kepada masyarakat,” sindirnya.
Bagi politisi PKS itu, tidak menyalahkan mereka kunker ke Luar Negeri, bagi yang mau melihat daerah maju karena, tanpa ada wawasan maka susah memajukan daerah. Namun, harus sampaikan apa yang dikerjakan selama disana.
“Kalau kunker itu hasilnya menakjubkan masyarakat akan paham, bukan menolak, tapi kunjungan itu terkesan tidak ada hasilnya karena tidak disampaikan kepada publik,”kata dia.
Dr Zul menambahkan, sempat bertemu salah seorang dewan yang ikut kunker, tidak selamanya tidak ada hasilnya, karena baru dia (dewan, red) mengetahui biaya sekolah di Turki sangat murah, dan menganjurkan masyarakat NTB belajar kesana.
“Gimana daerah kita mau didatangi orang jika kita gak kesana. Tapi, apa yang didapatkan disana, sampaikan ke publik supaya tidak dimakani jalan-jalan saja,” terang dia.
Kunker ke Luar Negeri selalu diributkan, seakan tabu dan nuansa jalan-jalannya kental dibandingkan hasilnya. Karena, tidak menyampaikan apa yang menjadi tujuan kesana, kemudian begitu pulang harus sampaikan ke masyarakat.
“Kunker itu belum tentu juga keliru, jika hasilnya nyata. Jangan di dekti soal petisi, minta saja apa hasilnya harus profesional saja. Misal, Ini loh hasil selama disana, ini loh dana yang di gunakan, bukan berangkat diam, pulang juga diam,” tutupnya. (TN-04)





