Politik

KPU NTB Tetapkan 65 Dewan Terpilih, Bawaslu Berikan Catatan

Mataram, Talikanews.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB, tetapkan 65 Dewan terpilih DPRD NTB periode 2019-2024 berdasarkan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Penetapan itu melalui rapat pleno pada Minggu (11/8).

Adapun nama-nama dewan terpilih seusai Dapil masing-masing mulia dari Dapil NTB 1 Mataram, atas nama Drs H Ridwan Hidayat (14,982) asal partai Gerindra, Ir Made Slamet (17,942) dari PDIP, Drs H Muzihir (19,526) dari PPP, TGH Achmad Muchlis (13,603) dari PKS, dan Ir H Misbach Mulyadi (7,593) dari Golkar.

Untuk Dapil NTB 2 Lobar-KLU yakni, Drs H Muhammad Jamhur (10,433) dari PKB, L Ahmad Ismail (25,191) dari Golkar, Nauvar Furqony Farinduan (16,048) Gerindra, H Umar Said (20,124) Golkar, Sudirsah Sujanto (12,283) Gerindra, Multazam (11,338) Nasdem, H Raden Nuna Abriadi (14,347) PDIP, TGH Satriawan (15,019) PKS.

Dapil NTB 3 Lotim A, H Abdul Wahid (20,955) PKB, HM Khairul Rizal (19,790) Nasdem, TGH Hazmi Hamzar (12,313) PPP, H Machsun R (16,405) Gerindra, Jalaluddin (7,402) Berkarya, H Moh Edwin Hadiwijaya (12,842) PBB, Hj Baiq Isvie Rupaeda (18,634) Golkar, H Abdul Hadi (21,312) PKS, dan Saefudin Zohri (9,927) PAN.

Dapil NTB 4, Lotim B yakni H Makmun (13,323) PKB, H Bohari Muslim (8,364) Nasdem, H Haerul Warisin (15,662) Gerindra, H Najamudin Moestofa (8,041) PAN, H Mau’ud Adam (8,218) Golkar, dan Rahadian Soedjono (10,990) Demokrat.

Dapil NTB 5 Sumbawa-Sumbawa Barat atas nama H Abdul Talib (10,019) Gerindra, Sambirang Ahmadi (12,811) PKS, L Budi Suryata (13,030) PDIP, Rusli Manawari (11,441) PPP, H Busrah Hasan (11,420) Golkar, M Nasir (11,544) PAN, H Asaat Abdullah (10,258) dan H Ismail (9,080) Demokrat.

Dapil NTB 6 Dompu-Bima dan Kota Bima yaitu, Akhdiansyah (10,606) PKB, Kahar Muhammad Rifai (4,126) Berkarya, Ahmad Dahlan (8,597) Hanura, H Mori Hanafi (17,476) Gerindra, H Syamsuddin Majid (14,189) PKS, H A Rahman H Abidin (25,743) Demokrat, H A Hafid (9,723) Golkar, Syirajuddin (17,344) PPP, Abdul Rauf (10,383) Demokrat, Raihan Anwar (9,592) Nasdem dan Ady Mahyudi (17,720) PAN.

Dapil NTB 7 Loteng A, atas nama HL Hadrian Irfani (6,524) PKB, Yek Agil (14,266) PKS, L Wirajaya (20,277) Gerindra, Moh Akri (10,071) PPP, H Puaddi (22,386) Golkar, HM Rais Ishak (10,387) Demokrat dan HL Satriawandi (10,162) Golkar.

Dapil NTB 8 Loteng B yakni, HL Pelita Putra (8722) PKB, TGH Patompo (6,329) PKS, L Sudiartawan (14,518) Gerindra, HM Adung (17,155) PPP, H Ruslan Turmuzi (10,338) PDIP, L Riadi (6,335) dan L Ahmad Yani (14,563) Golkar.

Pantauan bahwa Rapat Pleno Penetapan Calon Terpilih anggota DPRD NTB Periode 2019-2024 yang dipimpin langsung oleh Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, ini berlangsung lancar, aman dan tanpa adanya hambatan apapun. Kalaupun ada dari interupsi komisioner Bawaslu NTB, mempertanyakan kembali sistim perhitungan suara dan mengingatkan para Calon Terpilih untuk segera menyerahkan LHKPN yang menjadi bagian wajib yang harus dilakukan sebelum pelantikan dilangsungkan.

Dari 16 Parpol yang ikut menjadi kontestan Pemilu 2019, Empat Parpol diantaranya seperti Partai Garuda, Perindo, PSI dan PKPI gagal meraih kursi satu pun di parlemen udayana.

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, mengungkapkan partisipasi masyarakat pada pemilu 2019 cukup tinggi. Dimana, dari target tingkat partisipasi secara Nasional yakni 77,55 persen.

“Alhamdulillah di NTB berhasil meraih tingkat partisipasi diatas target partisipasi Nasional yakni sekitar 82,75 persen untuk Pemilu Legislatif dan 82,91 persen untuk Pemilu Pilpres,” kata dia.

Ini artinya lanjutnya, partisipasi melampaui dari apa yang diniatkan secara bersama. Tentunya ini berkat dari kerjasama semua komponen stakeholder masyarakat yang ada di NTB.

Disatu sisi, Ketua Bawaslu Provinsi NTB, Muhammad Khuwailid, menilai pelaksanaan Pemilu di NTB secara umum berlangsung sukses dengan tingginya tingkat partisipasi pemilih diatas target Nasional.

“Patut kita syukuri, apalagi tingkat kemanannya juga cukup baik dan kondusif. Kita sangat mengapresiasi semua hal ini, kepada pihak TNI/Polri dan juga teman-teman media yang ikut membantu dan menjaga NTB tetap kondusif,” cetusnya.

Kendati demikian, Lembaga pengawas itu memberikan catatan-catatan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019 seperti manajemen kepemiluan lebih khusus pada aspek administrative seperti surat suara yang tertukar, surat suara yang kurang, logistic pemilu yang tidak layak untuk digunakan seperti kotak suara yang rusak.

“Profesionalitas penyelenggara yang juga harus dievaluasi, banyak penyelenggara yang ditemukan dalam menulis C1 itu tidak dilakukan secara tuntas,” tutupnya sembari menambahkan begitu pun pada saat pencalonan harus dilakukan evaluasi seperti calon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat tapi oleh KPU dinyatakan memenuhi syarat, ini harus lebih dicermati lagi. (TN-04)

Tags

Related Articles

Back to top button