Ekonomi

Teluk Awang Lombok Hasilkan Ikan Lepas 700 Ton Hingga Juli 2019

Mataram, Talikanews.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu Provinsi Kepulauan di indonesia memiliki potensi produksi Kelautan dan Perikanan yang cukup melimpah. Pada tahun 2018 saja, jumlah produksi ikan di NTB tercatat sebanyak 1,2 juta ton. Di tahun 2019 hingga Juli saja hasil tangkapan ikan lepas sebanyak 700 ton dihasilkan di Teluk Awang Lombok Tengah. Selain produksi perikanan tangkap, NTB juga memiliki produksi budidaya yang cukup besar.

Berdasarkan data yang dipublish pada portal NTB satu data, produksi budidaya rumput laut pada tahun 2018 masih mendominasi, Yakni sebanyak 850.236 ton. Kemudian budidaya tambak sebanyak 172.304 ton, budidaya keramba sebanyak 2.443 ton, dan produksi Keramba Jaring Apung sebanyak 2.360 ton.

Tidak itu saja, di NTB ternyata juga terdapat produksi budidaya ikan di sawah sejumlah 1668 ton, dan produksi budidaya laut sejumlah 685 ton. Besarnya jumlah produksi itu, sesungguhnya telah memposisikan NTB sebagai salah satu daerah penghasil atau lumbung ikan nasional.

Meski berposisi sebagai daerah produsen ikan, akan tetapi belum berkolerasi positif terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi para nelayan. Termasuk belum berdampak signifikan terhadap penurunan angka stunting/gizi buruk.

Data BPS menunjukkan bahwa hingga maret 2019 ini, jumlah penduduk Miskin di NTB masih mencapai 14,56 persen. Dari jumlah kemiskinan tersebut, sebagian besar berada di kawasan pesisir atau kampung nelayan. Disamping kemiskinan di perdesaan dan penduduk perkotaan.

Demikian pula angka stunting yang masih mencapai 33,49 persen. Bahkan wasting (kurus) yang mencapai 11 persen (versi Dinkes NTB), merupakan cermin bahwa pola hidup sehat, khususnya pola konsumsi ikan sebagai sumber protein dan asupan gizi yang baik belum menjadi kegemaran masyarakat.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, saat melantik Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi NTB di Pendopo Gubernur NTB di Mataram (7/8-2019) mengakui bahwa produksi ikan yang melimpah di NTB, belum diimbangi dengan kegemaran masyarakat untuk mengkomsumsinya.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi itu menyoroti bahwa meski konsumsi ikan di NTB mencapai sekitar 38,2 kg per kapita pada tahun 2018, Tetapi jumlah tersebut masih terbilang menengah (middle). Bahkan masih tertinggal jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi ikan di Provinsi Maluku yang telah mencapai 70 kg per kapita pertahun sebagai sesama daerah kepulauan.

Karenanya, Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong dan mengarahkan masyarakat agar gemar mengkomsumsi ikan, sebagai salah satu strategi untuk mewujudkan generasi emas NTB (GEN)di tahun 2025. Yakni anak-anak NTB yang sehat cerdas serta terbebas dari stunting dan wasting.

Ketua Umum Forikan NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, bersama 32 pengurus Forikan lainnya-pun bertekad akan terus mengkampanyekan gemar makan ikan dari berbagai sisi dan kesempatan. Bahkan Hj. Nikan berjanji akan mensinergikan program gemarikan itu dengan berbagai program lain, khususnya program lintas sektor yang diluncurkan untuk Desa dan kelurahan. seperti melalui aktivitas posyandu keluarga, PKK dan kegiatan lainnya. Sehingga anak-anak NTB mendapatkan asupan gizi yang baik. Dan kelak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.

Selain untuk konsumsi, maka pengembangan industri pengolahan untuk produk-produk kelautan dan perikanan ini, menjadi salah satu kebijakan penting yang sedang digencarkan pasangan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakilnya Umi Rohmi.

Diantaranya, Minapolitan perikanan tangkap lepas pantai yang berpusat di Teluk Awang dijadikan pusat industri pengolahan ikan, sekaligus pelabuhan ekspor ikan dari NTB.
Pengembangan Industri pengolahan ikan, diyakini akan mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi para nelayan dan NTB secara keseluruhan.

Home industry yang berkembang pesat, selain akan menyediakan banyak peluang usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat, serta nilai tambah ekonomi produk perikanan itu sendiri. Juga akan mampu membangkitkan pertumbuhan sektor-sektor lainnya, seperti perdagangan dan jasa, industri permesinan, transportasi serta infrastruktur lainnya menuju NTB Sejahtera dan Mandiri. (TN-04)

Related Articles

Back to top button