Lapangan Bundar Loteng Dijadikan Lapangan Sepak Bola Internasional

Mataram, Talikanews.com – Gurbernur NTB, Dr Zulkieflimansyah menyampaikan, lapangan Bundar Praya, Lombok Tengah dipilih akan dijadikan lapangan sepak bola berskala Internasional atau sekelas FIFA. Ini semua merupakan pemberian hadiah dari Internasional Football Club (IFC) yang disampaikan oleh Persatuan Sepak Bola Internasional Indonesia (PSII).
Disampaikan Zul, lapangan itu bukan seperti stadiun tetapi fasilitas atau komponen didalamnya seperti rumput dan lainnya mirip lapangan sekelas FIFA. Untuk gedungnya sendiri, menjadi tugas pemerintah. Hadiah itu menjadi isi pembahasan gubernur saat mengobrol dengan Uda Refrizal selaku Ketua PSSI Bidang Pembinaan Usia Dini dan Sekjen PSSI, Ratu Tisha di Mataram beberapa hari yang lalu.
“Selain di Lombok Tengah kita juga minta satu di Sumbawa,” kata Gubernur di Mataram.
Keberadaan lapangan itu dinilai banyak manfaat selain untuk memunculkan atletik sepak bola di NTB tetapi juga menjadi lokasi berlatih para Club Club besar Internasional saat berlibur ke Lombok. Gubernur menyampaikan alasan kenapa harus di Lombok Tengah salah satu pertimbangannya berdekatan dengan akses perhubungan yaitu Bandara Internasional Lombok.
“Jadi bukan dilihat daerah yang banyak potensi atletiknya tetapi ternyata pertimbangannya dekat bandara,” kata Gubernur.
Untuk pembentukan Club sepak bola di NTB dilihat gubernur masih cukup berat dilihat dari anggaran yang dihabiskan mengingat Club yang ada itu harus bisa tampil skala internasional begitu pun dengan memunculkan atletik sepak bola pun butuh waktu yang panjang.
Namun demikian setidaknya di masing masing kabupaten kota, Bupati Walikota juga punya peran masing masing apabila hendak membentuk club club kecil. Gubernur sendiri meyakini potensi atlet hampir merata di semua kabupaten kota di NTB.
“Kan nggak harus semuanya diserahkan kepada Gubernur,” ucapnya.
Disinggung dengan progres lapangan itu, Gubernur mengatakan baru tahap penentuan lokasi saja. Di Lombok telah dipilih Lapangan bundar yang saat ini dipakai sebagai arena pacuan kuda. Sementara di Sumbawa sendiri masih di cari lahan yang pas.(TN-04)





