Pariwisata

Ini Target Pemprov NTB Diajang APGN 2019

Mataram, Talikanews.com – Pemerintah Provinsi NTB beberkan target setelah dipilihnya Geopark Rinjani sebagai tuan rumah Asia Pacific Geoparks Network (APGN) ke-6 tahun 2019.

Adapun target tersebut yakni, ingin membuktikan bahwa NTB eksis dalam mengelola geopark dan cagar biosfer. Kemudian, buktikan bahwa NTB sudah bangkit dari bencana alam yang sempat melanda tahun 2018. Terakhir, supaya pariwisata semakin bergeliat dan dapatkan manfaat serta semakin dikenal dunia sehingga masyarakat bisa mendapatkan penghasilan.

“Kalau persiapan sih sudah maksimal, malah sudah rapat dengan semua sekda,” ungkap Kepala Bappeda NTB, Weda Magma Ardi, Jumat (2/8).

Dia menjelaskan, semua persiapan sudah bagus malah sudah jelas pra seminarnya. Karena, APGN bukan event seperti hura-hura, lebih banyak filtrip di tiga lokasi.

“Nantinya masyarakat bisa terlibat, malah saat ini sedang siapkan masyarakat,” katanya.

Yang jelas lanjutnya, peserta APGN tidak sebanyak kegiatan MTQ. Akan tetapi, sudah disebar luaskan ke 25 negara peserta. Dimana, dalam kegiatan nanti ada diskusi lembaga dunia.

“Mudahan bisa mendapatkan bantuan untuk mempertahankan apa yang sudah dimiliki daerah kita,” ujar dia.

Untuk diketahui, Asia Pacific Geoparks Network ke-6 akan diadakan mulai 3 hingga 6 September 2019 di Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark, Indonesia.

Acara ini akan memberikan peserta dari Geopark Global UNESCO Asia-Pasifik serta Geopark Nasional dari Indonesia dan negara-negara Asia-Pasifik dengan kesempatan untuk secara aktif berbagi ide sambil memperdalam pemahaman di antara APGN. Simposium ini diselenggarakan oleh pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Sekitar 800 orang diperkirakan akan berpartisipasi dalam simposium termasuk manajemen geopark, ilmuwan, dan perwakilan pemerintah dari seluruh dunia. Tema APGN ke-6 akan difokuskan pada “Geopark Global UNESCO Menuju Masyarakat Lokal yang Berkelanjutan dan Mengurangi Risiko Geohazard”.
Sepanjang tema, 5 topik terkait akan didiskusikan.

“Memberdayakan sosial-ekonomi lokal untuk pembangunan berkelanjutan; Melibatkan Komunitas, risiko geohazard, dan pemulihan; Mempopulerkan pengetahuan ilmiah untuk pendidikan publik; Mempromosikan calon geopark global dan Jaringan geopark global landscape vulkanik ”. Peserta dari negara-negara Asia-Pasifik akan berkumpul untuk berbagi pengetahuan tentang warisan alam dan mitigasi geohazard melalui keterlibatan kreatif dan aktif.

Sejarah penyelenggaraan simposium diawali dengan penyelenggaraan Simposium I di Langkawi Global Geopark – Malaysia tahun 2009, Symposium II tahun 2011 diselenggarakan di Dong Van Karst Plateau Global Geopark – Vietnam, Symposium III tahun 2013 dilaksanakan di Jeju Global Geopark – Korea Selatan, Symposium IV tahun 2015 diselenggarakan di San’in Kaigan Global Geopark – Jepang, Symposium V tahun 2017 silam dilaksanakan di Zhijindong Cave Global Geopark – China.

Penunjukan Rinjani Lombok UGGp sebagai tuan rumah Simposium ke-6 APGN merupakan hasil keputusan APGN Advisory Committee di Zhijindong Cave Global Geopark yang mana pada saat itu ditandai dengan penyerahan secara simbolis bendera APGN yang diterima oleh Pak H. Rosiady Sayuti selaku Sekda Provinsi NTB saat itu.

Saat ini tercatat ada 59 geopark yang telah menyandang status Global Geopark UNESCO yang tergabung dalam jaringan APGN yang berasal dari 8 Negara termasuk didalamnya 4 geopark dari Indonesia yakni Batur UGGp, Gunung Sewu UGGp, Ciletuh-Palabuhan Ratu UGGp dan Rinjani Lombok UGGp.

Selain itu, Geopark yang belum menyandang status UNESCO Global Geopark yang ada di wilayah Asia Pasific tidak kurang berjumlah sekitar 300 geopark juga berpotensi untuk hadir sebagai peserta di Rinjani Lombok September mendatang.

Di tahap persiapan awal saat ini aktivitas publikasi diprioritaskan sekretariat panitia untuk menyebarkan undangan secara online ke seluruh geopark di Asia Pasifik dan geopark nasional Indonesia. Khusus di dalam negeri, selain pengelola geopark panitia juga mengundang kampus-kampus dan instansi pemerintah di tingkat pusat dan daerah yang memiliki keterkaitan dengan geopark seperti Taman nasional, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Bappeda pemda tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Sehingga dari total undangan sejumlah 362 yang disebar panitia di tingkat nasional dan tidak kurang dari 300 geopark di wilayah Asia Pasifik, diharapkan target 800-1000 peserta dapat dicapai. (TN-04)

Related Articles

Back to top button