Empat Program Unggulan Zul-Rohmi Terkendala Anggaran

Mataram, Talikanews.com – Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah membuat Lima program unggulan yang dikonsep dalam NTB Gemilang. Hanya saja, dari Lima program itu, Empat diantaranya seperti Industrialisasi, Zero Waste, Revitalisasi Posyandu dan Stunting belum mempunyai anggaran maksimal.

Sedangkan untuk infrastruktur sendiri, DPRD NTB malah telah menyetujui anggaran pembangunan jalan provinsi sebesar Rp 750 miliar.

Dimana, alokasi anggaran tersebut untuk mendukung Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Percepatan Pembangunan dan Pemeliharaan Infrastruktur Jalan Provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak 2020-2022.

“Memang khusus Empat program unggulan itu akan dianggarkan tahun 2020. Tahun ini anggaran tidak terlalu banyak. Lupa jumlahnya,” ungkap Kepala Bappeda NTB, Weda Magma Ardi, jumat (2/8).

Bagaimana soal program Zero Waste yang selalu ditonjolkan oleh gubernur? Ardi menjelaskan, mengenai sampah memang ada kesepakatan pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota.

“Ini khusus Zero Waste,” kata dia.

Dimana, masing-masing daerah berperan sesuai kewenangan, misalnya sampah yang bersumber dari rumah tangga nantinya akan ditangani Bank Sampah dimasing-masing desa.

Kemudian ditindaklanjuti oleh Kabupaten/Kota. Sementara, pemerintah provinsi bertindak diujung yakni menyiapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Untuk fisik yang lain seperti pembinaan, memfasilitasi dan monitoring jelas urusan provinsi,” cetusnya.

Dia menegaskan, pak Gubernur pernah berpesan, penanganan sampah merupakan tugas bersama, jangan sampai pemerintah provinsi jadi kabupaten ke-11 di NTB. Artinya, jangan persoalan sampah di kabupaten/kota dihendel pemerintah provinsi.

Disinggung sentilan salah seorang anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP bahwa, semua program NTB Gemilang hanyalah retorika semata? Bagi Ardi, tidak istilah retorika, karena apa yang menjadi program prioritas Zul-Rohmi nanti 2020 akan di jawab.

“Nanti saja dilihat, kalau sekarang memang karena banyak anggaran dirasionalisasi sehingga tidak bisa maksimal. Tapi, tahun 2020, kita akan tunjukkan,” papar dia.

Ardi juga membahas tentang Revitalisasi Posyandu. Dimana, para kader posyandu akan diberikan pelatihan khusus bentuk sertifikasi atau penstaraan bertujuan kader posyandu tersebut benar-benar terlatih dan terdidik.

“Setelah sertifikasi jangan di gonta-ganti. Sehingga keberlanjutan bisa dijaga,” terang dia sembari mengatakan soal honor para kader silahkan ditanyakan di kabupaten/kota masing-masing. (TN-04)

Related Articles

Back to top button