Sosial

Ahli Gempa Amerika Minta Maaf, Ini Pesan Terakhir Untuk Masyarakat

Mataram, Talikanews.com – Ahli gempa bumi asal Amerika Prof Rolland A Haris meminta maaf kepada masyarakat atas statemen mengenai hasil penelitian beberapa waktu lalu mulai dari pesisir pantai Jawa hingga Lombok.

“Saya meminta maaf atas rasa takut yang disebabkan presentasi saya terkait dengan hasil penelitian kami,” ungkap Ron melalui rilis resminya Minggu (15/7).

Dia menjelaskan, berdasarkan penemuan di lapangan, Palung Jawa sampai saat ini belum melepaskan energi yang sudah terkumpul selama 500 tahun. Sedikitnya gempa bumi besar selama kurun waktu tersebut menandakan bahwa ada kemungkinan munculnya gempa besar dengan magnitude 8 dan mungkin 9.

Banyak yang bertanya “kapan?”, tapi itu adalah pertanyaan yang salah untuk gempa bumi karena tidak mungkin ada yang bisa mengetahui kapan pastinya.

“Kami hanya ingin memberi tahu potensi gempa bumi di Palung Jawa dan perlu digarisbawahi bahwa palung ini memanjang dari Sumatra di barat sampai Sumba di timur, jadi belum tentu episenter gempa yang dimaksudkan akan terjadi di Lombok. Kami hanya bisa memperkirakan dimana (yakni Palung Jawa sebagai sumber gempa yang potensial) dan seberapa besar magnitude gempanya berdasarkan catatan sejarah dan rekaman geologi yang pernah terjadi sebelumnya,” tutur dia.

Ron berharap masyarakat Lombok lebih berfokus pada kesiapsiagaan. Sebenarnya itu lah maksud kedatangannya ke Lombok, untuk membantu masyarakat memahami resiko dan mengajak untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Ada dua hal yang bisa dilakukan sekarang, yakni, Hentikan pembangunan bangunan dengan material yang tidak bagus! Gunakanlah kayu. Tidak satu punatau sedikit bangunan yang berbahan dasar kayu rusak karena gempa-gempa tahun 2018 di Lombok. Amankan barang-barang yang kemungkinan dapat menimpa anda ketika terjadi gempa.

Bagi yang tinggal dekat dengan pantai, terapkan prinsip 20-20-20. Ketika merasakan gempa selama lebih dari 20 detik, meskipun tidak besar gempanya, Anda harus mengevakuasi diri setelah gempa berhenti.

Kemungkinan besar tsunami akan tiba dalam waktu 20 menit setelah gempa dan kemungkinan ketinggian tsunami akan mencapai 20 meter, jadi harus mengevakuasi diri ke tempat yang tinggi atau gedung tinggi yang minimal ketinggiannya 20 meter. Kalau masyarakat Aceh pada tahun 2004 memahami prinsip 20-20-20, mungkin ribuan nyawa dapat terselamatkan.

Masih banyak tantangan bagi pemerintah untuk memberikan peringatan dalam waktu cepat. Oleh karena itu masyarakat harus dilatih cara untuk mengenali tanda-tanda alam agar bisa menentukan kapan untuk evakuasi mandiri.

“Saya harap Anda dapat menjadi bagian dari solusi untuk pencegahan bencana. Ini adalah tanggung-jawab semua bersama. Potensi gempa bumi dan tsunami dari Palung Jawa tidak lah baru. Saya meminta maaf sekali lagi kalau pemaparan saya mengejutkan banyak pihak, tetapi lebih baik masyarakat tahu sehingga bisa mempersiapkan diri,” ujarnya.

Dia juga ingin berterimakasih kepada semua pihak yang membantu meluruskan pemberitaan di media.

“Mari tumbuhkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Kesiapsiagaan mengurangi rasa takut dan membuat kita semakin Tangguh,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button