Unik, Perayaan Maulid Gunakan Pakaian Adat Sasak

Lombok Tengah, Talikanews.com – Masyarakat Dusun Karang Bejelo Desa Muntung Terep, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah berusaha melestarikan budaya Adat Sasak yang seakan tergerus budaya kebaratan.

Hal itu dibuktikan diacara perayaan hari besar islam seperti Maulid Nabi Muhamad SAW, semua panitia PHBI Dusun setempat juga peserta khataman Al. Quran sebanyak 29 orang yang terdiri dari 13 laki dan 16 orang perumpuan itu pun diharuskan menggunakan pakaian adat Sasak yakni becapuk, betampet, beleyang dan bedodot, seakan pakaian acara nyongkolan.

Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Dusun setempat, M. Zainuri mengatakan, langkah itu dilakukan untuk mempertahankan dan ingin melestraikan budaya juga adat sasak yang di tinggalkan sesepuh serta para pendahulu
“Ini semu betujuan untuk melestarikan budaya sasak sekaligus memperlihatkan kepada dunia bahwa lombok itu kaya budaya,” ungkapnya Sabtu (8/12).

Langkah panitia yang sangat unik ini didukung tokoh agama yakni, TGH Fadli. Pimpinan Ponpes Yatofa Bodak itu mendukung ide panitia PHBI yang melestarikan budaya dan adat Sasak itu. Karena, khusnya cara berpakaian adat Sasak sedikit di belakangkan akibat budaya budaya dari barat yang masuk ke Lombok Tengah.

Dengan demikian, dari sekarang akan biasakan kepada generasi muda untuk mengunakan pakaian adat di hari hari basar umat islam juga.

“Lewat budaya dan adat ini saya berusaha mempersatukan masyarak sedikit konsentrasi terpecah oleh budaya barat,” kata dia.

Untuk diketahui, acara perayaan Maulid itu lazimnya masyarakat menggunakan pakaian muslim yaitu kopiah, sarung dan baju Koko. Namun berbeda dengan Maulidan di Dusun Karang Bejelo itu. (TN-03)

Related Articles

Back to top button