RSCM, FKUI dan ILUNI Berikan Bantuan Kemanusiaan Berkelanjutan di Tiga Wilayah Terkena Bencana di Sulteng

Jakarta, Talikanews.com–Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Pusat Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM), Komunitas Biduan, Bale Nusa Indonesia dan Gala Dana Palu Sigi dan Donggala, bersatu padu mendukung Program UI Peduli, melakukan kegiatan kemanusiaan di tiga wilayah terdampak bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng). Kegiatan pengumpulan dana ini diprakarsai oleh Triawan Munaf dan Loemongga Kartasasmita dengan melibatkan banyak relawan, termasuk musisi yang memberikan konser gratis sebagai bagian pengumpulan dana. Pada tahap tanggap darurat, kegiatan diawali gerak cepat Tim Medis RSCM/FKUI. Para dokter dan tenaga kesehatan alumni UI tersebut hadir untuk memberikan bantuan di Palu, dua hari (H+2 setelah bencana terjadi.

Selain itu, ILUNI UI juga mengirimkan bantuan logistik berupa bahan makanan dan kebutuhan hidup para penyintas bencana di titik-titik pengungsian. Antara lain di sekitar kota Palu, desa Bangga-kabupaten Sigi; desa Lende dan Lende Tovea di Sirenja, serta desa Apemaliko di Sindue, kabupaten Donggala. Selain itu, ILUNI UI juga sedang menyelesaikan pembangunan hunian sementara bagi masyarakat terkena bencana yang saat ini masih tinggal di tenda tenda darurat.

“Dukungan psikososial awal untuk para penyintas bencana di tahap tanggap darurat, juga diberikan dengan menyasar pada kelompok rentan, anak-anak dan balita, wanita dan ibu hamil, orang tua dan para penyandang disabilitas,” jelas Ketua ILUNI UI sekaligus Koordinator Program Community Development untuk Palu, Sigi dan Donggala, Endang Mariani kepada Pers, Kemarin (1/11) di Sekretaraiat ILUNI UI Gedung Rektorat UI lantai 2 Salemba Jakarta. Endang Mariani saat itu didampingi Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono, direktur utama RSCM, dr Lies Dina Liastuti SP.Kp (K) MARS., ketua Community Development Center ILUNI UI Irvan Toreza dan Sekretaris Jenderal ILUNI UI Andre Rahadian serta juru bicara ILUNI UI Eman Sulaeman Nasim.

Lebih lanjut Doktor psikologi ini menjelaskan, bantuan pertolongan pertama psikologis (Psychological First Aid) diberikan dengan mengacu pada prinsip-prinsip dasar yang utamanya memberikan rasa tenang, aman dan nyaman pada para penyintas bencana, setelah mereka mengalami kejadian traumatis, yang menyebabkan sebagian besar dari mereka terpaksa kehilangan rumah tinggal, harta benda dan bahkan orang-orang tercinta. Oleh karena itu, berbagai kegiatan pendampingan psikososial dan psikoedukasi diberikan dengan melibatkan para alumni UI yang memiliki berbagai latar belakang yang berbeda. Bukan hanya mereka yang berasal dari bidang ilmu psikologi, tetapi juga medis, ilmu sosial dan perilaku, teknik, dan bahkan ilmu-ilmu murni.

“Nanti, pada tahap selanjutnya, hasil assessment yang dilakukan oleh tim Community Development ILUNI UI, dan juga Pusat Krisis Fakultas Psikologi UI, akan digunakan untuk merancang program lanjutan yang terstruktur dan terukur. Di bidang pendidikan, sementara sekolah-sekolah belum bisa berfungsi normal, kami juga akan menurunkan para alumni Gerakan UI Mengajar (GUIM), yang memiliki kemampuan memberikan metode pengajaran kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak di sekolah-sekolah darurat yang didirikan oleh pemerintah maupun elemen masyarakat lain. Program ini adalah kegiatan berkesinambungan. Bukan program Hit & Run. Dilakukan dengan melibatkan kerjasama dengan relawan maupun rekan-rekan dari alumni perguruan tinggi setempat, agar program-program yang dilakukan benar-benar tepat sasaran” papar Endang Mariani.

Di tempat yang sama, Dirut RSCM dr. Lies Dina Liastuti, Sp.JP (K), MARS menjelaskan, selama menjalankan program UI Peduli, tim RSCM/FKUI telah melakukan berbagai kegiatan berupa triage bencana, operasi, layanan gawat darurat, transportasi dan mobilisasi pasien, perawatan pasien, pertolongan bayi—termasuk bayi prematur, konsultasi poliklinik, dukungan kesehatan jiwa, serta pelatihan-pelatihan untuk staf rumah sakit, di samping layanan kesehatan di kantong-kantong pengungsian. Kehadiran Tim Medis RSCM/FKUI sangat dirasakan peran dan manfaatnya oleh masyarakat terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Dalam situasi darurat kebencanaan, layanan dengan standar tertinggi yang mungkin diberikan RSCM/FKUI menjadikan menjadi salah satu rujukan operatif.

“RSCM sebagai Rumah Sakit Umum Pusat Rujukan Nasional, senantiasa berupaya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik untuk sebanyak mungkin anggota masyarakat di seluruh Indonesia. Tidak hanya terbatas pada masyarakat yang datang berobat ke RSCM di Jakarta, Selama masa tanggap darurat di Sulawesi Tengah, tidak kurang dari 74 tenaga medis RSCM/FKUI, yang terbagi dalam empat tim, dengan obat-obatan lengkap dan alat kesehatan yang mendukung, diterjunkan,. Selain dokter-dokter spesialis Instalasi Gawat Darurat, Tim Reaksi Cepat, ortopedi, bedah umum, penyakit dalam, anak, kebidanan dan kandungan, serta anestesi, sejumlah perawat ruang operasi, radiografer, analis laboratorium, ahli sterilisasi alat medis dan farmasi terlibat ” ungkap dr. Lies Dina Liastuti, Sp.JP (K), MARS., Direktur Utama RSCM.

Bantuan Hunian Fisik

Ketua Umum ILUNI UI Arief Budhy Hardono, menjelaskan bahwa, ILUNI UI, yang mendapat kepercayaan mengelola sebagian dana dari hasil Konser Gala Dana 100 Biduan dan 100 hits untuk Palu, Sigi dan Donggala, merencanakan memberikan bantuan dalam bentuk fisik, yaitu pembangunan antara atau hunian sementara, sekolah darurat, sarana air bersih dan listrik, serta bangunan komunitas yang dibutuhkan.

“ANTARA, hunian sementara, yang kami bangun merupakan rancangan teman-teman alumni arsitek UI. Konsep dasarnya adalah untuk mengembalikan kehidupan masyarakat penyintas bencana yang saat ini masih tinggal di tenda-tenda darurat komunal, agar dapat segera kembali ke kehidupan normal dalam keluarga. Sistem knock-down modular yang digunakan, memungkinkan ANTARA digunakan untuk bangunan fungsional lain, saat hunian tetap sudah memungkinkan untuk dibangun” papar Arief Budhy Hardono.

Pada kesempatan tersebut Ketua Umum ILUNI UI menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerjasama dan mempercayakan donasinya kepada ILUNI UI, baik melalui Tokopedia, kitabisa.com, maupun langsung ke ILUNI UI.

“Semuanya adalah amanah yang harus kami jaga dan sampaikan kepada mereka yang berhak, dengan sebaik-baiknya, untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Saat ini ILUNI UI berperan sebagai integrator yang menjadi penguat kolaborasi semua pihak yang memiliki kepedulian yang sama untuk meringankan beban masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Palu, Sigi dan Donggala. Kegiatan ini dapat terlaksana, berkat kerjasama dan kolaborasi yang sangat baik dengan ILUNI UI dan para donatur, serta jaringan UI Peduli, Kementerian Sosial RI dan Kementerian Kesehatan RI, baik di pusat maupun daerah, serta seluruh unsur serta lembaga yang peduli pada bencana di Sulawesi Tengah ini, memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan seluruh program kegiatan yang kami rencanakan,”tutup Arief. (TN06)

Related Articles

Back to top button