Diduga Korupsi, Kades Taropo Siap Kembalikan Jika Ada Hasil Audit

Dompu, Talikanews.com – Sejumlah masyarakat mengatas namakan Gerakan Pemuda Kilo (GENPA- Kilo) menggelar aksi unjuk rasa depan kantor Desa Taropo, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu.

Iskandar selaku korlap aksi, meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar Kades Taropo, diproses terkait pelanggaran dan sejumlah kasus dugaan tindak Pidana Korupsi yang dilakukannya.

”Penegak Hukum (Polisi, Jaksa dan Inspektorat, Red) untuk segera memeriksa Kades terkait kasus dugaan korupsi ADD dan DD tahun 2016/2017, berkaitan penertiban lahan trasmigrasi Rp 150 juta,” bebernya Kamis (11/10).

Iskandar juga mempertanyakan soal dana pemasangan air bersih pada tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp. 180 juta.

”Kasus ini sudah lama dilaporkan ke Ispektorat. Namun, hingga sekarang i tidak ada proses hukum ataupun hasil auditnya,” kata dia.

Untuk itu, ia kembali meminta Ispektorat Kabupaten Dompu agar segera melakukan Audit terkait laporan tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh Kades Taropo.

”Kami pun, menuntut kepada BPD, agar melakukan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawasan kinerja atau mitra kerja Pemerintah Desa,” tegasnya dengan nada lantang.

Tidak hanya itu, Iskandar juga meminta Kades menjelaskan tentang dana pembuatan papan monografi Desa Taropo sebesar Rp 15 juta, dana bantuan untuk Umat Hindu sebesar Rp. 6.000.000, uang hasil gadai aset Desa seluas 4 hektar. Dan dana pengeboran air bersih sebanyak 2 titik dan Bak air dengan total sebesar Rp. 440. 000.000.

”Kami sebagai rakyat jangan dibodoh-bodohin, karena segala sesuatu anggaran itu bersumber dari uang Negara. Jadi untuk itu dia (Kades,red) harus bertanggung jawab atas semua itu,” pungkasnya.

Menanggapi tudingan itu, Kades Taropo, Supardin Hamzah, secara dingin menjelaskan anggaran DD yang dialokasikan untuk penertiban lahan transmigrasi seluas 4 hektar tersebut, yang dikerjakan baru satu blok.

Untuk dana sisa sebesar Rp 110 juta masih ada karena kegiatan penertiban tersebut masih berjalan hingga sekarang ini.

“Begitu juga dengan bantuan rehap rumah bagi masyarakat yang rumahnya tidak layak huni, sudah sesuai dengan anggaran yang ada sesuai dengan beberapa bukti kwitansi dari toko,” paparnya.

Terkait, dana untuk rumah ibadah umat Hindu telah diterima oleh penggelola Pura sebesar Rp 5.000.000 dan dana Rp.440 juta yang dialokasikan untuk air bersih pengeboran 2 titik itu ia akui baru satu titik yang diselesaikan sementara satu titiknya belum mulai dikerjakan karena dana tersebut sebesar Rp. 220 juta.

“Satu titik belum ada pertanggung jawaban pengguna anggaran dan permasalahan tersebut dalam tahap Audit dari Ispektorat Kabupaten Dompu hingga sekarang kami menunggu hasilnya,” tutur Kades.

Diketahui, sebelum aksi Unras oleh Genpa Kilo Kapolsek IPTU Jailani bersama Kanit IK Aiptu Ruslan yang didampingi oleh ketujuh anggota Polsek memberikan himbauan agar massa aksi menjaga keamanan dan tidak melakukan hal yang anarkis pada saat melakukan aksi yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami berharap disaat melakukan Orasi dan jangan mengeluarkan kata kata yang menyinggung perasaan orang agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ucap Kapolsek.

Pantauan media ini, aksi tersebut di mulai sekitar pukul 09.00 Wita. Dalam selebarannya, massa aksi yang berjumlah 20 orang tersebut, menuntut Kepala Desa setempat untuk segera mengembalikan uang Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2017. Usai mendengarkan, sejumlah pernyataan sikap pendemo, Kade taropo Kemudian menandatangain suarat penyataan. Terkait, apabila dari hasil Audit Inspektorat ada uang yang dipakai olehnya. dirinya siap mengembalikan serta apabila Kepala Desa Taropo tidak dapat mengembalikan dana tersebut maka siap untuk masuk penjara yang dituangkan dalam surat pernyataan. (TN-05)

Related Articles

Back to top button