IKA Undip Bangun AB 6 Home Adult Trauma Bagi Korban Gempa Lombok

Mataram, Talikanews.com – Relawan dari Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (IKA Undip) turun ke lokasi pengungsian gempa di sejumlah titik di Pulau Lombok, NTB. Kedatangan mereka untuk membantu warga dengan membangun hunian sementara (Huntara). Supaya adult trauma para korban dewasa tersalurkan.
Adapun rumah sementara itu disebut Home AB6, yang proses pengerjaan dalam kurun waktu enam jam, yang mestinya, kalau dikerjakan tukang biasa memakan waktu dua pekan. Huntara tersebut juga terjamin tahan gempa karena terbuat dari bahan ringan dan memiliki struktur yang kuat.
Seorang dosen di Undip, Dr dr Budi Laksono juga ketua tim, mengatakan bangunan tersebut hanya berbahan kayu dan seng agar masyarakat tidak lagi berada di tenda darurat.
“Kami berinisiatif bantu korban gempa karena, kalau mereka hidup di tenda selama tiga hari, iya gak apa-apa. Tapi, kalau sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bukan, mereka sangat sengsara,” ungkapnya, Senin, (10/9).
Dia mengungkapkan sejauh ini orang yang kehilangan rumah sulit untuk bangkit lagi karena berbagai masalah. Misalnya, rumah yang dibangun seumur hidup dari hasil sebagai TKI salama tiga kali ke Malaysia.
Kemudian hasil tani seperti kacangnya terpaksa dijual murah. Itu semua malah musnah dalam waktu 15 detik akibat gempa. Belum yang sakit, meninggal karena gempa. Mereka juga perlu trauma healing.
Oleh sebab itu, satu yang menjadi alasan mengapa AB6 home dibuat bentuk adult healing yang tidak kalah penting. Karena, tenda umum besar belum tentu memberikan solusi komprehensive untuk alasan ini.
Pengalaman sehingga dirinya membuat bilik cinta. Jika di camp untuk tidur pribadi pasangan adalah bukti sexual activity sangat penting dalam bagian adult trauma healing.
Buktinya di Lombok, beberapa keluarga yang mendapatkan rumah, yang masih bersekat kamar pribadi. Malah secara terbuka mereka berterima kasih karena apa yang pernah tersumbat atau macet sebulan terakhir bisa terlepaskan.
Hal itu yang membuatnya berfikir bahwa Rumah cepat adalah manfaat komorehensif keluarga. Bukan saja mulai semua hidup fisiknya, tapi juga psikologis keluarganya.
Banyak orang berfikir rumah, sulit dan mahal. Ini tentu sudah terjawab oleh AB 6 houses cuma Rp 6 juta, jauh lebih murah dari tenda Rotary Rp 15 juta. Bahkan modifikasi lombok AB6 membuat harga lebih murah karena kayu dari bekas reruntuhan sehingga cuma beli seng spandex dan triplek, bisa mengirit dana. Maka,AB 6 house adalah relevan, murah dan mudah diaplikasikan bagian solusi disaster di manapun bila terjadi di Indonesia.
Dia mengaku, yang terpenting saat ini bagi orang dewasa adalah adult trauma healing. Karena dalam bencana alam, orang lebih sering berpikir, anak-anak perlu trauma healing dengan seribu alasan dan cara.
Tentu ini benar. Tetapi harus dipahami, hingga saat ini, letupan-letupan trauma psikologis justru pada orang dewasa. Yang gila, yang suka ngomong sendiri, kemudian kaget-kagetan, menangis justru orang dewasa, orang tua dan tidak banyak yang mikir adult healing.
“Problem ketika orang kehilangan rumah maka mereka akan sulit membangun kembali, dengan alasan kekurangan bahan, tidak ada keahlian, tidak ada uang, tidak ada waktu. Tapi, malah berfikir adult healing atau seksual,” tuturnya.
Budi menjelaskan komposisi rumah yang akan dibuat harus terikat dengan baik membuat rumah tersebut hanya bergoyang ketika gempa. Rumah tersebut tidak roboh layaknya berada dalam tenda pengungsian.
Saat ini proyek yang didanai dari uluran tangan dermawan tersebut sudah terbangun di sejumlah titik di Lombok Utara dan Lombok Timur. Di Sambik Bangkol Lombok Utara telah terbangun 80 unit. Budi Laksono menuturkan kegiatan tersebut sebagai pendorong semangat masyarakat untuk membangun sendiri rumahnya dengan metode yang dia ajarkan.
“Kita juga mengkampanyekan cara pembuatan rumah sementara itu. Terbukti banyak warga juga sudah membangun sendiri rumah mereka setelah melihat kita bekerja,” pungkasnya.
Selain rumah, dia juga membangun toilet sementara yang sehat, saluran air minum dan juga kapsul tsunami.
Kapsul tsunami tersebut dimodifikasi dari tangki air yang didalamnya diberikan pemberat dan selang teropong.
“Kita membagikan kapsul tsunami pada warga di pesisir. Kapsul tersebut sudah kita modifikasi. Jika terjadi tsunami, warga bisa masuk ke dalam jika tidak sempat pergi ke jalur evakuasi,” pungkasnya.
Budi menambahkan, rumah AB 6 yang sudah di bangun selama di Lombok mencapai 200 unit, 180 unit berada di Lombok Utara, sisanya di Lotim dan lainnya. (TN-04)





