Daerah

Tuan Guru Atsani Ajak Semua Tokoh Duduk Bersama Terkait Nama Bandara

Mataram, Talikanews.com – Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, mengajak semua tokoh untuk duduk bersama terkait penamaan bandara agar tidak menjadi konflik.

Selain itu, bentuk rasa syukur, mengajak masyarakat menyambut SK Menhub nomor KP 1421 tahun 2018 tentang perubahan nama Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) ke Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM). Dengan gelar acara do’a dan tasyakuran bentuk menghormati jasa pahlawan nasional dan demi menjaga persatuan dan kesatuan.

Dimana acara itu sebelumnya direncanakan pada Senin (10/9) di Masjid Bandara. Namun diundur karena masih mematangkan koordinasi semua pihak terutama pihak Angkasa Pura (AP) yang menjadi otoritas bandara, dan pihak kepolisian biar acara doa syukuran itu berjalan dengan lancar dan aman.

“Pada prinsipnya, kami menghargai pihak AP karena bandara adalah obyek vital yang tidak boleh melakukan kegiatan selain penerbangan. Artinya, acara doa syukuran yang direncanakan di masjid bandara akan diundur baik waktu dan tempat. Tapi yang jelas acara tetap akan berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah,” Kata Ketua PW NW NTB Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, Minggu (9/9).

Dia berharap, agar sebagai masyarakat NTB harusnya kita berbangga punya Pahlawan Nasional yang dijadikan sebagai nama bandara.

“Syukuran bagi ummat Islam adalah hal yang lumrah setiap mendapat anugrah atau kenikmatan dari Allah SWT. Jadi jangan terlalu dibuat seolah euporia yang berlebihan. Mari jaga kondusifitas daerah kita dan mari saling merangkul untuk kemajuan daerah kita,” imbuhnya.

TGB. Tsani, panggilan akrabnya, juga meminta kepada para pemangku kebijakan baik Pemerintah Provinsi maupun Pemda Loteng agar bisa menahan diri, tidak usah saling menyalahkan dan berstatemen yang bikin gaduh, tapi coba duduk bersama untuk mengkondusifkan situasi.

“Semua pihak bersatu jangan nama bandara di bikin jadi konflik. Kita ini bersaudara tidak ada kubu – kubuan maupun kepentingan tertentu dalam acara syukuran ini,” pintanya.

Dia mengatakan, dengan segala kerendahan hati meminta maaf kalau ada pihak pihak yang merasa kurang menerima niat baik ini. Terlebih Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah bersama tokoh harus duduk bersama dan menyelesaikan kesalahpahaman ini. Jangan libatkan masyarakat karena akan dampaknya tidak bagus bagi persatuan kita.

Sementara itu, Sekretaris PWNW NTB Dr Fahrurrozi menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini sesungguhnya sebagai wujud refleksi kesyukuran masyarakat NTB atas perubahan nama bandara LIA menjadi Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid.

“Tidak berlebihan kami mengadakan acara ini semata mata mensyukuri sekaligus sebagai rasa bangga kami Guru Besar kami dan guru warga NTB disematkan namanya di ruang publik yang menjadi corong informasi dunia,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Check Also

Close
Back to top button