Puluhan Hektare Kawasan Taman Nasional Tambora Terbakar

Dompu, Talikanews.com – Kawasan Taman Nasional Gunung Tambora, Resort Doro Ncanga terjadi kebakaran, tampak dilahap api, sejak tiga hari hingga sore tadi. Akibat dari kebakaran tersebut, diperkirkan luasannua sekitar 30 hektar.

Laporan yang terima media ini, menyebutkan kebakaran terjadi sejak Kamis (6/9) sekitar pukul 08.00 WITA, lalu. Petugas TN melakukan Patroli dan pemantauan Taman Nasional Tambora bersama Masyarakat Mitra Polhut di sekitar Kantor Resor Doroncanga.

“Terdapat titik Api kebakaran di jalur pendakian Gn. Tambora jalur Doroncanga timur, jalan sebelum Pos 2 jalur pendakian Doroncanga. Namun, petugas berhasil memadamkannya,” ungkap Kepala SPTN II Taman Nasional Tambora, Wihandono Eki Sutopo, S Hut, kemarin.

Keesokan harinya, Jumat (7/9) sekitar pukul 09.00 Wita. Petugas TN Bermasa MMP, melakukan patroli dan menemukan titik api di kawasan taman nasional Tambora Selter ke 2 sekitar 300 meter ke atas di sebelah kiri jalan dan berhasil di padamkan.

“Lagi-lagi kami berhasil padamkan,” jelasnya.

Lanjut Wihandono, pada hari sabtu tanggal 8 sep 2018 sekitar, Petugas kembali melakukan Pantauan dan ternyata terdapat 4 titik.

“Sekitar Lokasi Jalur Ternak pintu 4 yang jaraknya sekitar 10 KM. Terdapat titik api yang cukup besar. Kami berusaha memadamkannya, namun gagal,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Polhut TMNGT, Iptu Saad, membeberkan upaya pemadaman tersebut terkendala peralatan tidak memadai.

“Jarak yang cukup jauh untuk membawa Air dan peralatan pemadaman JET SHOOTER,” jelasnya.

“Kendala lain, tidak adanya kendaraan memadai. Dikarenakan mobil Dinas TN rusak dikarenakan amukan masa oleh beberapa orang pada bulan lalu,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Lokasi titik api Di Lereng Gunung Tambora, tepatnya di atas Dusun Karya Sari Desa Soritatanga merupakan api yang sengaja dibakar oleh masyarakat yg hendak berladang atau pembersihan lahan.”Padahal kawasan tersebut adalah kawasan Taman Nasional Gunung Tambora zona khusus,” ujarnya.

Lebih jauh, pria akrab disapa Pua Saad ini menerangkan ada empat Indikasi terjadinya kebakaran.

“Dibakar dengan sengaja oleh beberapa oknum yg ingin menangkap ternak liar, dibakar oleh orang yang hendak mencari madu, dibakar oleh orang yang melakukan perburuan liar dan dibakar oleh masyarakat yang ingin membersihkan lahan pertanian dan perkebunan ( Zona Khusus),” bebernya. (TN-05)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button