Kekeh Dengan Harga Tinggi, Pemilik Lahan Gantung Pelabuhan Nusantara Kilo

Foto : Kepala Bagian Administrasi Tata Pemerintaha Setda Dompu H Yuhasmin

Dompu, Talikanews.com – Proses negosiasi lahan pelabuhan Nusantara yang bertempat di Dusun Matompo, Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, hingga saat ini masih belum menemui titik temu. Pasalnya, beberapa orang pemilik lahan masih bertahan dengan harga tinggi.

”Hingga saat ini masih ada lima orang yang bertahan dengan harga tinggi. Namun, negosiasi tetap jalan terus,” ungkap Kabag Administrasi dan tata Pemerintaha, H Yuhasmin Msi, saat dikonfimasi.

Meski demikian, pria yang juga menjabat selaku Sekretaris Panitia Pele, memastikan pihak pemerintah dalam hal ini panitia pembebasan lahan terus berusaha mencarikan solusi yang tepat untuk masalah ini.

”Ini kan masalah harga saja, tentunya kami akan terus mengupayakan yang terbaik. Karena ini terkait hajat hidup orang banyak,” bebernya.

“Kami akan menggunakan pendekatan secara persuasif dan kekeluargaan, yakni door to door ke rumah mereka (pemilim lahan),” sambungnya.

Kabag Tatapem, mengungkapkan beberapa orang pemilik lahan tersebut bertahan dengan harga yang tinggi.

”Harga yang mereka tawarkan itu diatas standar tim appraisal, inilah yang membuatnya alot dan sedikit lamban,” tukasnya.

Yuhasmin menjelaskan, sesuai dengan standar harga yang ditetapkan tim Apresial. Untuk areal lahan yang terletak jauh dari akses jalan raya dihargai senilai Rp 180 juta rupiah perhektar. Dan yang berada dekat atau berlokasi persis dipinggir jalan yakni Rp 240 juta rupiah.

”Kami bergerak sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. Artinya, harga yang kami tawarkan yakni keputusan mutlak tim appraisel,” tegasnya.

Ditambahkannya, tidak hanya itu, masing-masing pemilik lahan juga berhak mendapatkan uang pengganti untuk biaya tunggu, biaya pengganti tanaman dan biaya transaksi.

“Nanti masuk ke rekening masing-masing penerima,” tutur lelaki yang juga mantan Ketua KONI Dompu ini.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Dompu, Ir Syarifuddin MM menegaskan bahwa persiapan pembangunan Pelabuhan Nusantara ini, tengah dalam tahap menunggu kesiapan lokasi lahan di wilayah setempat.

”Rencana pembangunan pelabuhan nusantara kilo sudah siap. Tapi saat ini masih menunggu kesiapan lahan,” ujar Syarifuddin.

Kalau lahan sudah siap pihaknya akan langsung memberikan laporan kepada Kementerian Perhubungan bahwa lahan persiapan pembangunan pelabuhan tersebut sudah siap dan pembangunannya bisa segera dimulai.

”Masalah lahan aja belum kelar. Lalu apa yang kami bisa laporkan ke pusat mengenai persiapan pembangunan pelabuhan nusantara,” cetusnya.

Diketahui, Pelabuhan ini akan dibangun dengan luas lahan hingga 35 ha atau 34 petak lahan. Pembangunan pelabuhan ini semula dijadwalkan 2018. Namun, karena ada masalah dengan lahan akhirnya di tunda hingga 2019, dan rencananya akan dilakukan secara simultan. Pelabuhan ini, akan menghabiskan Rp 7 Miliar – Rp 8 Miliar, dari APBD Kabupaten 2018 untuk pembayaran lahan.

Pembangunan pelabuhan Nusantara Kilo ini, juga akan diikuti dengan pembangunan akses jalan yang lebih lebar. Akses jalan ini menghubungkan Sampungu Sila hingga Labuhan Kananga di lingkar utara gunung Tambora pulau Sumbawa.

Sementara itu, terkait harga lahan panitia menawarkan maksimal sesuai perkiraan lembaga appraisal sebesar Rp 18 ribu per meter persegi untuk lahan di belakang dan Rp 24.500 per meter persegi untuk lahan di pinggir jalan raya.

Sementara itu, pemilik lahan menawarkan Rp 200 ribu per meter persegi untuk lahan tambak, Rp 160 ribu per meter persegi untuk lahan di depan jalan raya dan Rp 150 ribu per meter persegi lahan di belakang. Sedangkan untuk pohon kelapa oleh warga menawarkan Rp 3 juta per pohon dan pemerintah di harga Rp 250 ribu per pohon. (TN-05)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button