Daerah

Dr Zul: Ini Alasan Tidak Ingin Status Bencana Nasional

Lombok Utara, Talikanews.com – Gubernur NTB terpilih, Dr Zulkiflimansah tinjau kondisi korban gempa Lombok 7 SR mulai dari Dusun Kekait , Lombok Barat langsung ke Dusun Terengan, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang Timur, Lombok Utara. 

Disela meninjau korban, sapaan Zul menjelaskan alasan kenapa pemerintah produk NTB tidak mau mendorong status darurat bencana ke bencana nasiaonal bahwa dampak ke pariwisata yang dimiliki NTB tidak bagus.

“Sebenarnya, kita ingin ini semua menjadi bencana nasional karena dilihat dari korban tingkat kerusakan memamg layak jadi bencana nasional. Tapi, setelah dipertimbangkan dari sisi kepariwisataan, tidak baik, ” ungkapnya, Senin (13/8).

Dia mengatakam, setelah dirapatkan gubernur dan pemerintah pusat akan dampak status bencana basi, membuat dirinya dan instansi di NTB mengerti bahwa, pengalaman di Bali ketika bencana nasional itu disematkan sebagai status Bencana Nasional, punya implikasi ekonomi yang tidak sedikit, terutama bagi yang lain seperti travel fair, jadi sebabkan kontraproduktif.

“Tapi meski ga bencana nasional, perhatian dan upaya pemerintah pusat tidak kalah besarnya dengan bencana nasional. Kita lihat sendiri perhatian pemerintah luar biasa,” katanya.

Zul menaruh harapan, mudah-mudahan pasca bencana yang melanda daerah ini, alamnya kembali indah. Terlebih daerah yang terkena bencana merupakan titik yang memiliki destinasi wisata luar biasa.

“Semoga ini membuat harapan baru menata lebih baik,” ujar dia.
Dia sangat optimistis rehabilitasi, rekonstruksi pasca gempa bisa berjalan baik. Mantan anggota DPR RI Dapil Banten ini juga yakin bencana ini membuat lombok akan jauh lebih indah dan lebih kuat, kalau semua masyarakat dan instansi secara bersama-sama perbaikinya.

Bagaimana soal keresahan warga dengan isu gempa susulan akan lebih besar? Zul menjelaskan, dari BMKG sudah menjelaskan kepada semua masyarakat bahwa isu gempa lebih besar insyallah tidak akan terjadi lagi.

Kalau pun demikian, bukan berarti masyarakat tidak waspada. Namanya gempa seperti kematian yang tidak bisa diprediksi oleh manusia, sehingga harus tetap waspada, ada hal-hal di luar perkiraan, mudah mudahan warga merasa lebih tenang dan mulai terbiasa.

“Jangan panik lagi kalau ada gampa susulan karena, menurut kajian BMKG, gempa susulan tidak akan lebih besar dari gempa sebelumnya,” cetus dia.

Soal berita hoax lanjut Zul, mudah- mudahan ini pelajaran bersama. Mudah-mudahan tidak ada lagi oknum yang iseng membuat berita atau informasi hoax karena dampaknya fatal.

“Mohom, jangan lah didistribusikan informasi hoax secara masif. Itu berdampak pada traumanya masyarakat, tenangkan lah masyarakat,” tutupnya.(TN-04)

Related Articles

Back to top button
Close