Pemda Loteng Belum Punya Anggaran Bangun Pasar Renteng

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, mengaku tahun ini, belum punya anggaran untuk membangun ulang pasar renteng yang ludes terbakar beberapa hari lalu. Hal itu disampaikan karena melihat postur anggaran pada APBD 2018, sudah habis digunakan untuk kebutuhan pembangunan lainya.

“Kalau harus membangun tahun ini, kami rasa tidak akan mungkin karena keuangan tidak memungkinkan,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah, HM Nursiah, Rabu (8/8).

Dia menjelaskan, pasar renteng itu merupakan pusat jual beli kebutuhan masyarakat terbesar di bumi tata tuhu trasna. Kalaupun demikian, pemerintah setempat tetap memperhatikan kebutuhan para pedagang akan lapak, sebagai tempat mengais rezeki.

“Kalau pun tidak bisa langsung dibangun, tapi langsung merencanakan membuat perencanaan pembangun. Entah kapan pemerintah punya anggaran, disaat itu langsung dibangun,” kata dia.

Menurut Nursiah, solusi anggaran yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah untuk penanganan pembangunan Pasar Renteng tersebut. Kemungkinan akan sama halnya dengan pola pembangunan Pasar Kopang yakni dengan melakukan pinjaman dana.

“Bisa saja opsi kedua yakni melakukan pinjaman dana. Itu pun perlu dibahas dengan legislatif karena menyangkut pendanaan,” ujarnya.

Bagaimana aplus terhadap para pedagang yang mengais rezeki ditempat tersebut? Mantan Asisten III itu sudah menyiapkan langkah yakni, untuk sementara waktu para pedagang diarahkan berjualan di sebelah barat, di lokasi yang tidak terkena kebakaran.

“Kan ada beberapa titik disebelah barat yang tidak terkena dampak kobaran api,” cetusnya.

Dia menambahkan, hitungan kasar anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan ulang pasar renteng itu mencapai Rp 35 miliar, kalau mengacu pada detail injenering desain (DID).

Untuk diketahui, pada Senin malam (6/8) pukul 23.09 wita Pasar Renteng Lombok Tengah ludes dilalap si jago merah. Kendati demikian, sampai saat ini belum diketahui apa peyebab kebakaran .

Dimana, Dinas perdagangan setempat telah menghitung jumlah kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp 70 Miliar dengan rincian, Rp 10 nilai bangunan dan Rp 60 miliar kerugian dari jumlah barang pedagang yang hangus terbakar.

Disatu sisi, Polres Lombok Tengah masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kebakaran Pasar Renteng tersebut.

“Peyebabab kebakaran Pasar Renteng itu belum bisa disimpulkan. Saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakarannya,” terang Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang.

Untuk mencari tahu penyebab kebakaran yang merugikan ratusan pedangang itu, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Diantaranya, para pedagang, penjaga pasar, Kepala pengelolaan pasar, dan dari Dinas Perdagangan Lombok Tengah.

“Jumlah saksi yang sudah diperiksa itu sekitar 12 orang,” jelasnya

Meskipun sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi, pihaknya belum berani memastikan penyebab kebakaran tersebut. Sehingga, pihaknya meminta bantuan dari Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bali untuk mengetahui penyebab kebakaran pasar Renteng tersebut.

“Apakan sengaja dibakar atau karena arus pendek listrik,” ujarnya.

“Kalo dari keterangan saksi kebakaran itu karena arus pendek listrik,” pungkasnya. (TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button