Akibat Gempa, Dewan NTB Bingung Lokasi Bahas APBDP 2018

Mataram, Talikanews.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB, masih bingung apakah akan gunakan hotel atau pinjam gedung milik pemerintah provinsi untuk bahas APBDP 2018. Hal itu dilakukan lantaran plafon ruang rapat paripurna rusak akibat guncangan Gempabumi berkekuatan 7 SR Minggu (5/8).

Sekretaris Dewan NTB, H Mahdi menyampaikan, kemungkinan akan sewa hotel untuk membahas APBDP 2018 karena memungkinkan oleh peraturan tata tertib DPRD NTB. Kalau tidak hotel, solusi lain yakni pinjam gedung milik pemerintah provinsi.

“Bagaimana tidak begitu, ruang rapat utama plafonnya berjatuhan akibat gempabumi, seshingga menurut saya, sangat mengganggu kenyamanan dan tidak pantas,” ungkapnya, Selasa (7/8).

Dia menjelaskan, bukan hanya ruang sidang paripurna yang rusak akibat gempa itu. Melainkan, gedung sekretariat yang baru-baru ini difungsikan juga mengalami retak dibeberapa tembok. Mahdi mengaku, kalau melihat gedung sekretariat secara struktur, bisa dikatakan masih baik dan dapat dipergunakan, yang retak hanya plesterannya.

Sedangkan untuk ruang rapat utama karena plafonnya yang rusak berjatuhan sehingga sangat mengganggu dan dianggap tidak pantas dipergunakan untuk rapat resmi. Oleh sebab itu lanjutnya, pimpinan DPRD NTB akan rapat dulu, baru kemudian akan mengambil sikat, apakah akan meminjam gedung pemerintah provinsi yang lain untuk sementara waktu sampai menuggu renovasi atau sewa ruang rapat di hotel karena memungkinka oleh peraturan Tatip DPRD NTB.

Disinggung soal rencana renovasi plafon yang rusak? kebutuhan untuk renovasi sedang dihitung oleh konsultan. Kalau memungkinkan mencukupi biaya pemeliharaan, bisa langsung dikerjakan.

“Untuk rapat-rapat komisi selain paripurna, tetap di DPRD NTB,” ujar dia.

Kapan anggota DPRD NTB bahas APBDP 2018? Mahdi menegaskan, pembahasan APBDP tunggu dokumen KUA PPAS dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD).(TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button