Belum Diketahui Penyebab Kebakaran Pasar Renteng, Kerugian Capai Rp 70 Miliar

Lombok Tengah, Talikanews.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, belum mengetahui penyebab terbakarnya pasar Renteng, Kecamatan Praya. Kendati demikian, Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) telah memperkirakan kerugian akibat kebakaran tersebut mencapai Rp 70 miliar.

Untuk diketahui, eksiden terbakarnya lokasi aktifitas jual beli masyarakat Lombok Tengah itu sekitar pukul 23.09 Senin malam (6/8). Sehingga, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, soal kerugian, hasil pendataan sementara sebesar Rp 70 miliar,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan, H Saman Selasa (7/8).

Dia merincikan kerugian terdiri dari nilai bangun Rp 10 Miliar, harga materia jualan pedagang sekitar Rp 60 Miliar lebih. Sementara itu, jumlah bangunan yang terbakar itu terdiri dari 53 unit kios, Los pasar 43 unit, dan lapak pendagang sekitar 546 lokal. “Ada 1000 lebih pedagang kehilangan lapak,” kata dia.

Tepisah, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang yang dikomfirmasi terkait peyebab kebakaran pasar renteng tersebut mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa memastikan peyebab kebakaran pasar renteng tersebut. Karena pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk penjaga pasar.

“Peyebab kebakaran belum bisa dipastikan, karena masih introgasi informasi penjaga pasar. Nanti kami kabari lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Lombok Tengah, H Muhammad, mengatakan, bahwa kebakaran pasar renteng itu terjadi sekitar pukul 11.00 wita. Namun, api sudah dipadamkan oleh mobil Pemadam kebakaran yang dibantu dari Kota Mataram, Lobar, dan Mobil Pemadam Kebakaran dari Lotim.

“Hingga saat ini (Selasa,red) masih dilakukan pendinginan. Karena masih ada bara api di beberapa titik,”ujarnya.

Pantau wartawan di lokasi kebakaran, sejumlah pedagang yang lapaknya terbakar hanya bisa pasrah melihat barang dagangan yang sudah rata dengan tanah dan terlihat hitam menjadi abu. Ratusan masyarakat berdatangan melihat kondisi pasar. Ada beberapa pedagang yang mengumpulkan puing-puing bekas seng, berharap bisa digunakan lagi.

Disatu sisi, bagian lokasi atau los pasar yang tidak terkena kebakaran justru digunakan tempat berjualan seperti mana biasanya. (TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button