Festival Begawe Jelo Nyesek Sukarara, Lestarikan Budaya Nenek Moyang

Lombok Tengah, Talikanews.com – Untuk melestarikan budaya yang diwarisi oleh nenek moyang yang telah turun temurun dilakukakan oleh perempuan Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, Pemerintah Desa Sukarara mengadakan Festival tahunan yang bertema Begawe jelo nyesek, Sabtu (28/7).

Kegiatan Begawe Jelo Nyesek III ini merupakan rangkaian kegiatan hari ulang tahun Desa yang ke 263 Desa Sukarara dan kegiatannya berlangsung selama 3 hari mulai hari Sabtu 28-30 Juli mendatang.

Tampak hadir dalam festival ini juga, Kepala dinas DPMD Jalaludin, Asisten 2 Setda Loteng Ir. Nasrun, MM, Kepala Dinas Perindustrian Propinsi NTB Dra. HJ. Baiq Eva Nurchaya Ningsih,M.SI dan Muspika Kecamatan Jonggat.

Dalam sambutanya Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Dra HJ. Baiq Eva Nurchaya Ningsih,M.SI. mengatakan, pemerintah Propinsi NTB sangat mengapresasi kepada kepala desa dan masyarakat Desa Sukarara atas terlaksanakan kegiatan ini dan juga hari jadinya Desa Sukarara yang ke 263 tahun.

“Kegiatan ini sangat perlu di lestarikan karena hasil tenun di Sukarara sudah terkenal di mancanegara,” ungkapnya.

PSX_20180728_174358

Selain itu Eva berpesan untuk meningkatkan kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kab. Loteng, maupun pihak-pihak pengusaha lainnya dengan tetap menjaga kwalitas/kuantitas hasil tenun agar tidak mengecewakan para tamu wisatawan ketika datang membeli.

“Permintaan hasil tenun NTB yang terbanyak adalah dari negara Australia dengan permintaan yg banyak hasil tenun sukarara juga mendukung permintaan tersebut,” sambungnya.

Disamping Kadis Perindustrian Propinsi NTB memberikan pesan terhadap para penenun, Bupati Loteng yang diwakili Asisten II Ir. Nasrun mengatakan bahwa festival Sukarara begawe jelo nyensek jilid III ini harus tetap dilestarikan sebagai kebudayaan kita karena akan meningkatkan gaung hasil tenun Lombok Tengah sampai tingkat Internasional.

“Tugas kita semua adalah terus meninggkatkan hasil tenun dengan menjaga kwualitas/kwantitas yang baik agar gaung hasil tenun yang ada di Lombok Tengah tetap terkenal di mancanegara,” ujar Nasrun sembari membacakan sambutan Bupati Loteng.

Selanjutnya kegiatan dimeriahkan dengan beberapa hiburan dan atraksi 500 penenun.(TN-02)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button