Zohri Sang Yatim Piatu Harumkan Indonesia Di Mata Dunia

Mataram, Talikanews.com – Lalu Muhammad Zohri adalah salah seorang siswa SMA 2 Mataram asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) NTB yang hidup bersama tiga saudaranya tanpa memiliki Ayah dan Ibu. Kini telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Dunia. 

Bagaimana tidak, sapaan Zohri ini meraih Medali emas lari tercepat 100-200 M di kejuaraan Dunia Atletik U-20, mengalahkan lawan-lawannya dari berbagai negara,  di Finlandia.

Hal itu membuat Pemerintah provinsi NTB melalaui Dispora NTB mengaku bangga dan bersyukur atas prestasi juara dunia atlet asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) itu. 

Kepala Dispora Provinsi NTB, Hj Husnandiaty Nurdin menyampaikan Atlet, Zohri telah menunjukkan kerja keras serta telah memperlihatkan hasil Pusat Pendidikan dan Latihan Belajar ( PPLP) yang berada dibawah binaan Dispora. 

Prestasi yang diraih Zohri kata dia tidak lepas dari dukungan DPRD NTB dan gubernur secara pribadi yang menunjukkan kepedulian serta dorongan melalui PPLP. Zohri termasuk 52 pelajar yang menjadi binaan PPLP Dispora selama ini. 

Zohri masuk PPLP ditahun 2016. Orang pertama yang mnemukan bakat larinya guru olahraga kelas 2 SMPN 1 Pemenang,  Rosida. 

“Aslinya Zohri pemain sepakbola,” cerita dia.

Dia menjelaskan, di PPLP NTB Pelatihnya adalah Komang Budagama, Zohri terus dibina sampai sekarang hingga ikut dipelatnas . Sejak masuk, Zohri dikirim PB PASI  Bob Hasan ke Amerika. Disana diperbaiki beberapa tekniknya. Sehingga semakin baik. Bahkan Dia mengaku ketemu dengan pelatihnya di Jakarta sebanyak dua kali.

“Dari PPLP  NTB menuju dunia,” ujarnya penuh bangga.

Meski baru selesai meraih juara dunia, dalam waktu dekat Zohri disiapkan untuk mengikuti kegiatan Asean Games yang berlokasi di Palembang – Jakarta Agustus mendatang.

“Anak-anak yang lain juga kami terus motivasikan terus berlatih dan mendekatkan diri kepada Allah,” kita dia.

Untuk Asen Games sendiri lanjut Kadispora. Zohri sudah tercatat dengan nomor punggung 2 untuk lari cepat 100-200 M. Usai pulang dari Finlandia, Pemprov akan fokus menyiapkan bimbingan mengingat Zohri telah tercatat dengan nomor punggung  2.

“Kita Fokuskan Zohri di Asean Games, pada punggung 2,” ungkapnya singkat.

Sementara itu Kepala Bidang Keolahrgaan Dispora Provinsi NTB, Anang Zulkarnain mengatakan bakat Zohri sudah dilihat sejak kecil hingga saat ini masih menjadi salah satu binaan PPLP Dispora Provinsi NTB. Untuk pendidikan Zohri telah ditanggung oleh pemerintah. Zohri selama di PPLP tugasnya hanya sekolah dan berlatih.

Sebelum sebelumnya Zohri telah banyak meraup prestasi. Anang menceritakan talenta Atlitnya telah ditunjukkan dengan kemenangannya pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) ditahun 2016. Waktu itu Zohri masih belum bisa memakai balok star alias berlari dengan telapak kaki telanjang.

Usai Popda, Zohri kembali meraih prestasi  medali emas pada Kejuaraan antar PPLP di Papua tahun 2017. Masih ditahun yang sama Zohri mampu juga meraih 2 medali emas pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) lari 100-200 M yang berlangaung di Semarang Jawa Tengah. Pada Popnas ini pertandingan dihelat dari utusan masing masing provisini se Indonesia dimana saat itu hanya diikuti 12 provinsi.

“Baik di Papua dan disemarang tahun 2017 Zohri raih dua emas dua emas,” terang Anang terpisah.

Tidak hanya itu, lanjutnya sebelum meraih juara dunia tingkat Junior (U20) di Finlandia, Zohri sudah meraih juara 1 di tes persiapan. Bahkan sebelum itupun pria yang yatim piatu itu juga meraih juara 1 di Jepang.

“Rabu kemarin, kita sangat bangga bisa jadi juara dunia Junior lari cepat 100-200 M,” papar Anang.

Anang mengaku, ketika Zohri nanti lulus kelas III SMA tentu Pemprov akan mengembalikan ke daerah asal cabornya. Sebab tugas bimbingan bagi atlit di PPLP kata dia hanya sampai kelas SMA saja. 

Bagaiamana kelanjutan tentu urusan Pemda setempat. Disinggung dengan pemberian reward, Anang menegaskan hal itu pasti ada dari pihak Pemprov , bahkan aturan presiden tahun 2017 melalui Menpora Atlet yang pernah menjuarai dunia, Olimpiade, Asena Games dan Sea Games dipastikan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Yang membedakan dari sebelum aturan itu, para atlet menjadi PNS namun melalui tes.

“Kalau sekarang nggak langsung bisa diangkat jadi PNS, itu bunyi keputusan residen, saya lupa nomor berapa,” jelas Anang.

Anang mengaku sejak adanya prestise PNS tahun kemarin, saat ini baru dua atlit yang berkas pngajuan PNS nya masih berproses. “Pastinya sudah pasti penyandang juara jadi PNS,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Lalu Muhammad Zohri kelahiran NTB 1 Juli 2000,  baru saja menjadi manusia tercepat sedunia menyabet medali emas setelah finis terdepan dalam final lari 100 meter putra yang dilangsungkan di Tampere, Finlandia, mencatat rekor terbaiknya,  dengan waktu 10,18 detik, Rabu (11/7) 

Atlet muda berusia 18 tahun itu mengalahkan dua pelari Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, yang sama-sama mencatat waktu 10,22 detik.

Pencapaian Zohri merupakan sejarah baru dalam dunia atletik Indonesia.

“Saya sangat gembira dengan catatan waktu terbaik saya dan rekor junior nasional. Sekarang, saya akan mempersiapkan diri untuk Asian Games bulan depan,” kata dia di situs resmi Federasi Atletik Dunia (IAAF).

Dirinya merasa sangat bangga. Ini adalah sebuah pengalaman luar biasa dan ini sangat bagus untuk karier.

Zohri  adalah salah satu atelt pelatnas Asian Games 2018, di bawah binaan Kemenpora. Kemenpora secara khusus memberikan apresiasi luar biasa atas prestasi dunia dan dedikasinya yang telah mengharumkan nama bangsa. 

“Pemuda hebat yang mengharumkan bangsa dengan prestasi. Dia punya potensi luar biasa,  dan dibimbing secara benar, disalurkan secara baik. Pemuda hebat bisa dari berbagai bidang, termasuk skill berlari, yang dengan pembimbingan yang baik akan melahirkan prestasi”, ujar Deputi Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sholeh, Kamis (12/7)

Selamat,  engkaulah sosok muda ideal.  Berprestasi di bidangnya masing-masing.  Pemuda punya potensi, potensi n kecerdasan yang beragam. Prestasi telah ditorehkan. Nama harum bangsa telah dihasilkan. Kegembiraan sudah dirasakan. Kini,  saatnya kembali fokus, tantangan berprestasi di Asian Games sudah menanti.

“Jika sudah tunaikan suatu tugas,  segera mulai menyongsong tugas baru di penuh optimisme. Dan setelah usaha optimal,  kepada Tuhanlah kita berharap,” kutipan Zohri. 

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sudah bersiap-siap menyambut kedatangan Lalu Muhammad Zohri pada saat pulang nanti. Malah, mulai saat ini penyambutan sudah dikemas semeriah mungkin. 

Beberapa hadiah pun sudah menunggu seperti akan dibangunkan rumah permanen anggaran dari pemerintah daerah karena, diketahui bahwa, Zohri tidak memiliki rumah yang hidup ber tiga dengan sauadaranya. 

Zohri anak ke tiga, Ibunya meninggal dunia saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sedangkan Bapaknya, meninggal disaat Zohdi berlatih di Jakarta tahun 2017 lalu.

“Kepergian bapaknya tidak bisa dilihat karena saat itu sedang berlatih, ” tutur Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lombok Utara, Mujadid. 

Bagi wakil ketua DPRD NTB , H Abdul Hadi, saatnya legislatif bersama eksekutif menyediakan Zohri hadiah khusus. Karena, bukan hanya mengharumkan NTB tapi, Bangsa Indonesia di mata dunia.

“Kami akan bahaskan anggaran untuk Lalu Muhammad Zohri, ” janjinya. 

Politisi PKS ini juga akan bahas tentang hadian menunaikan haji , rumah dan profesi sebagai ASN serta pembinaan. Hal itu karena, Zohri ada putra terbaik daerah yang patut mendapatkan perhatian pemerintah. 

“Nanti kita carikan formulasi baik anggaran maupun yang lainya sebagai penghargaan ke Zohri, ” tutupnya. (TN-04) 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button