Daerah

Memperihatinkan 40 Ribu Lebih Warga Loteng Menderita Katarak

Lombok Tengah, Talikanews.com – Penderita katarak di Lombok Tengah cukup memperihatinkan, tercatat dari 1 juta lebih penduduk, 4 persen atau sekitar 40 ribu warga Lombok Tengah menderita katarak.

Kondisi tersebut mengundang sejumlah pihak untuk melakukan pencegahan dan operasi katarak di Lombok Tengah, agar dapat mengurangi angka penyakit katarak tersebut. Hal ini disampaikan oleh Dokter Andreas Bayu Aji saat acara Baksos Badilum MA RI di Pengadilan Negeri Praya, Minggu (8/7).

Menurut Dokter Andreas Bayu Aji, team dokter dari Badilum MA RI mengatakan, penderita katarak di Kabupaten Lombok Tengah setiap tahunnya cukup mengalami peningkatan, hal ini membawa Kabupaten Lombok Tengah sebagai penyandang penderita katarak tertinggi di NTB.

“Sekitar 4 persen dari jumlah penduduk Lombok Tengah 1,2 juta jiwa atau sekitar 40 ribu masyarakatnya menderita katarak, hal ini membuat sejumlah pihak cukup prihatin dengan kodisi para penderita katarak di lombok Tengah,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Andreas, mendorong Mahkamah Agung melalui Lembaga Peradilan umum dengan di fasilitasi Pengadilan Negeri Praya melakukan operasi katarak gratis kepada ratusan masyarakat penderita katarak dan hernia di Lombok Tengah.

Lebih jauh Anderas Bayu menjelaskan, tingginya penderita katarak di Kabuapten Lombok Tengah di sinyalir disebabkan oleh gaya hidup, polusi dan radiasi dari sinar uv matahari, terutama warga yang mendiami wilayah pesisir pentai selatan Lombok Tengah.

Persatuan dokter ahli mata indonesia mencatat angka penderita penyakit mata yang berdampak pada kebutaan dari tahun 2000 mencapi 1,5 persen dan terus naik hingga saat ini mencapai 4,4 persen, kendati dokter mata di NTB terus bertambah namun hingga saat ini persoalan mata terus saja meningkat.

” Penyakit mata yang kerap menyerang warga NTB terbanyak dari katarak lokoma yang menyerang pada kisaran umur 40 sampai 50 tahun dan kelainan reflaksi yang menjangkit semua umur, terutama anak-anak sekolah yang sering terjangkit,” pungkasnya.(TN-01)

Related Articles

Back to top button
error: Content is protected !!