Jika DD Belum Terbayar, Mendes RI Minta Lapor Satgas

Mataram, Talikanews.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, Eko Putro Sandjojo meminta kepada semua kepala desa, jika administrasi pengajuan pencairan Dana Desa (DD) sudah memenuhi syarat namun, belum ditransferkan ke rekening Desa supaya lapor ke Satgas Dana Desa.

“Kalau sudah memenuhi persyaratan lantas belum dibayar DD segera sampaikan dan kami akan tindaklajuti, bila perlu langsung turun tangan mencari tahu apa penyebabnya, ” ungkap Eko diacara program cegah generasi kerdil di Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (5/7).

Dia menjelaskan, kalau ada DD yang sengaja di endapkan dalam kas daerah segera laporkan ke Satgas DD nomor 150040. Dimna, dalam jangka waktu 3×24 jam maka akan turunkan orang segera menanggapi. Ia juga meminta kepada semua pihak untuk terus monitoring pelaksanaan DD.

“Bagi saya, jika ada keterlambatan yang tidak disengaja itu karena administrasi saja. Tapi, kalau terlalu lama dan menghambat pembangunan desa, segera laporkan, ” kata dia.

Eko menegaskan, DD sengaja disalurkan semata-mata untuk membangun infrastruktur desa demi perlancar perekonomian masyarakat. Jika infrastruktur sudah bagus maka secara tidak langsung, sudah memfasilitasi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian, bertujuan kurangi angka kemiskinan.

“Intinya, jika ada kejanggalan soal DD, lapor ke satgas dana desa. Terlebih, kami sudah kerjasama dengan kepolisian dan kejaksaan ,” ujarnya.

Dia mengaku, saat ini indonesia adalah negara pertama di dunia yang sudah mampu membangun infrastruktur tingkat Desa lebih baik yang tidak pernah terjadi di indonesia.

Semua itu terlihat dari Infromen besaran anggaran terbukti dari penyerapan anggaran sebelumnya diangkat 82 persen, sekarang diangka 98 persen lebih.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB, H Ashari menegaskan, khusus realisasi DD di NTB tidak pernah dipersulit apalagi mengendapkan dana di kas daerah.
Justru yang jadi persoalan, pihak desa terlambat melaporkan penggunaan DD tersebut karena, dasar dikeluarkan DD pada semester berikutnya adalah laporan adiministrasi penggunaan DD sebelum.

“Kalau terlambat pasti karena persoalan administrasi. Jika administrasi langkap, langsung ditransfer ke rekening desa itu sendiri, ” tegas dia.

Ashari juga meminta kepada masyarakat supaya terus mengawal pelaksanaan DD delapangan. Hal itu ditegaskan, jika infrastruktur sudah bagus maka perekonomian masyarakat pun jalan. Dengan demikian, angka kemiskinan bisa diturunkan.

“Tahun 2018 ,besaran DD ke NTB hampir Rp 1 Triliun, “ceritanya.

Disatu sisi, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Wilayah NTB, Taukhid memaparkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Desa tahun 2018 menaikkan anggaran Dana Desa (DD) untuk Provinsi NTB sebesar Rp983,3 miliar. Jumlah tersebut lebih besar jika dibandingkan DD tahun 2017 yang hanya sebesar Rp 865 miliar.

“Khusus DD NTB pada tahun 2018 sekarang ini mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan DD tahun 2017, yaitu sebesar Rp983,3 miliar,” kata dia belum lama ini.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar 13,66 persen dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2017. Alokasi tersebut telah sejalan dengan tren peningkatan secara nasional, kendati pagu anggaran tetap, yaitu Rp 60 miliar.

Dari delapan Kabupaten/Kota yang ada di NTB, Kabupaten Lombok Timur termasuk kabupaten dengan nilai DD paling besar yaitu dari Rp209,3 miliar menjadi Rp253,3 miliar disusul Kabupaten Lombok Tengah dari Rp118,5 miliar menjadi Rp155,4 miliar.

Kabupatek Lombok Barat dari Rp108,7 miliar menjadi Rp128,76 miliar, Kabupaten Lombok Utara dari Rp32,8 miliar menjadi Rp49,8 miliar. Kabupaten Bima dari Rp155,2 miliar menjadi Rp156,5 miliar, Kabupaten Dompu dari Rp61,1 miliar menjadi Rp63,1 miliar, Kabupaten Sumbawa Barat dari Rp47,7 miliar menjadi Rp52,3 miliar.

“Secara umum semua mengalami kenaikan, dengan nilai bervariasi, kecuali Kabupaten Sumbawa yang turun. Saya juga tidak tahu kenapa, tapi ya kita sama-sama introspeksi,” ujar tutup Taukhid. (TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button