DPRD Loteng Gelar Paripurna Laporan Pertanggung Jawaban APBD 2017

Lombok Tengah, Talikanews.com – DPRD Loteng menggelar paripurna agenda pembacaan rancangan peraturan daerah Kabupaten Lombok Tengah tentang laporan pertanggung jawaban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017.

Rapat paripurna di pimpin langsung oleh Ketua DPRD loteng H. Puaddi didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Loteng H. Nasib berlangsung di gedung utama DPRD Kabupaten Lombok Tengah H. Nasib, jumat (29/6).

Dalam rapat paripurna sore tadi Wakil Bupati Loteng L. Pathul bahri S.IP membacakan laporan pertanggung jawaban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah APBD tahun 2017.

Orang nomor 2 di Lombok Tengah ini menyampaikan laporan pertanggungjawaban, penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017 yang meningkat cukup signifikan di bandingkan APBD tahun 2016 beliau juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik kepada semua anggota DPRD dan semua jajaran SKPM yang terkait.

Disampaikam bahwa total aset daerah per 31 Desember 2017 sebesar Rp 2.680.154.363.274,44 dan mengalami kenaikan sebesar 9,90 persen dari total aset periode yang sama di tahun 2016.

Aset lancar yang dimiliki Lombok Tengah per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 229.475.835.578,12. Aset ini mengalami kenaikan sebesar 15,86 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan investasi jangka panjang yakni sebesar Rp. 134.924.369.248,97, terdiri dari investasi non permanen dana bergulir dan investasi permanen berupa penyertaan modal pemerintah daerah.

Investasi non permanen dana bergulir neto pada tahun 2017 sebesar Rp.141.004.500,00 mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar 73,45 persen.

“Lebih jauh disampaikan, aset tetap pada tahun 2017 sebesar Rp. 2.195.538.369.684,76, mengalami kenaikan sebesar 6,92 persen dari perode sebelumnya disebabkan penambahan aset yang berasal dari belanja modal, “ujar Pathul.

Kewajiban pemda sampai dengan akhir tahun 2017 hanya merupakan kewajiban jangka pendek yakni sebesar Rp. 16.519.421.169,02, yang antara lain terdiri dari utang pajak pusat pada beberapa puskesmas dan utang BLUD-RSUD.

Terkait realisasi anggaran, Patuh menyampaikan, untuk tahun anggaran 2017 realisasi pendapatan daerah sebesar Rp. 1.917.035.737.682,65, atau 98,85 persen dari target penerimaan pendapatan daerah yakni sebesar Rp. 1.939.411.582.943,73. Dimana pendapatan daerah tersebut terdiri dari PAD tahun 2017 dianggarkan sebesar Rp. 280.671.302.747,73 dan direalisasikan sebesar Rp. 286.691.384.414,65 atau 102,14 persen.

PAD ini terdiri dari realisasi pajak daerah sebesar Rp. 69.785.785.673,00 atau sebesar 113,66 persen dari anggaran Rp. 61.401.083.054,01. Sementara retribusi daerah, terealisasi sebesar Rp. 14.982.585.692,63 atau sebesar 68,79 persen dari anggaran sebesar Rp. 21.780.846.898,00.

“Sementara realisasi pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp. 12.644.709.583,72 atau sebesar 104,03 persen dari anggaran yang telah ditetapkan. PAD yang sah terealisasi sebesar Rp. 189.278.303.465,30 atau sebesar 102,13 persen dari target anggarannya,” tambahnya.

Sementara itu pendapatan transfer tahun anggaran 2017, dianggarkan Rp. 1.726.032.325.862,00 dan direalisasikan sebesar Rp. 1.726.911.964.482,96 atau 100,05 persen.

Diterangkan lainnya bahwa pendapatan transfer ini terdiri dari dana transfer Pemerintah Pusat dalam bentuk dana perimbangan sebesar Rp. 1.428.941.613.611,00 atau 98,00 persen dari anggaran sebesar Rp. 1.458.131.925.649,00. Sedangkan transfer Pemerintah Pusat lainnya dalam bentuk dana penyesuaian terealisasi sebesar 100 persen dari rencana anggaran sebesar Rp. 126.097.175.000,00.

Transfer ini terdiri dari dana insentif daerah dan dana desa. Dana transfer berikutnya yang berasal dari Pemprov yang terdiri dari dana bagi hasil pajak Rp. 74.262.538.111,00, atau sebesar 101,99 persen dari anggaran yang direncanakan sebesar Rp. 72.811.159.547,00.

” Belanja dan transfer daerah yang direalisasikan pemda tahun anggaran 2017 adalah Rp. 1.930.401.187.345,90, atau sebesar 94,07 persen dari total anggaran Rp. 2.052.183.649.573,77. Terdiri dari belanja operasi kegiatan sehari-hari pemerintah selama tahun anggaran 2017, direalisasikan sebesar Rp 1.324.380.987.716,04 atau sebesar 93,36 persen dari anggaran sebesar Rp. 1.418.544.400.064,67,” jelasnya.

Komponen laporan keuangan pemerintah daerah selanjutnya yakni laporan arus kas, dimana arus kas bersih dari aktivitas operasi selama tahun 2017 sebesar Rp. 330.575.746.552,52. Jumlah tersebut merupakan selisih antara arus masuk kas aktivitas operasi Rp. 1.751.700.503.309,42, dikurangi dengan arus keluar kas aktivitas operasi sebesar Rp. 1.421.124.756.756,90.

Arus kas dari aktivitas investasi yang merupakan aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas, yang diperoleh dari pelepasan dan untuk perolehan aset tetap selama tahun 2017, serta penyertaan modal pemerintah daerah.

Nilai arus kas bersih dari aktivitas investasi ini sebesar minus Rp. 345.128.006.057,30. Sementara arus kas bersih dari aktivitas pendanaan sebesar minus Rp. 17.019.982.000,40.

Jumlah ini merupakan selisih antara jumlah arus masuk kas, yang berasal dari penerimaan kembali pokok investasi dana bergulir sebesar Rp. 57.000.000,00, dikurangi dengan arus keluar kas yang digunakan untuk pembayaran pokok pinjaman dalam negeri, pada pusat investasi pemerintah sebesar Rp. 17.076.982.000,40,-.

“Sehingga pada tahun anggaran 2017 telah terjadi penurunan kas bersih sebesar Rp. 31.493.542.946,18, saldo akhir kas per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 99.438.917.896,79,” tambahnya.

Adapun rinciannya yakni kas BUD sebesar Rp. 85.270.101.894,33, kas di FKTP atau Puskesmas Rp. 5.579.912.669,00, dan kas pada Bendahara Pengeluaran SKPD berupa sisa uang yang harus dipertanggungjawabkan (UYHD) sebesar Rp. 39.732.368,00.

” Selain itu, kas di Bendahara Penerima SKPD sebesar Rp. 31.675.500,00 dan kas di BLUD-RSUD sebesar Rp. 8.517.495.465,46 ,”pungkasnya.

Ditutup rapat paripurna sore tadi di hadiri juga oleh 21 anggota DPRD Loteng, Asisten 2 Sekda Loteng Lalu Idham Khalid, Asisten 3 Sekda Loteng H. Nasrun, Sekretaris DPRD Loteng, perwakilan SKPD dan Camat jajaran Pemkab Loteng. (CR.2-TN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button