Apakah PT DMB Akan Dibubarkan?

Mataram, Talikanews.com – PT Daerah Maju Bersaing (DMB) dalam akan menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk menentukan apakah perusahaan milik daerah Provinsi NTB itu akan dibubarkan atau tidak.

Wakil Gubernur NTB, H Muh Amin, menyampaikan bahwa informasi yang diterima, RUPS akan digelar pada Senin (25/6).

“Saya belum terima undangan resmi tapi, informasi sudah ada. Kemungkinan, pak Gubernur akan pimpinan,” ungkapnya, Minggu (24/6).

Dia mengatakan, velum bisa prediksi apakah perusahaan milik daerah itu akan dibubarkan pasca penjualan sahamnya ke PT AMNT.

“Kalau saya sih belum bisa katakan bubar atau tidak, tergantung hasil RUPS, melihat kondisi, harus dikaji, dalami dan cermati,”kata dia.

Bagi Amin, namanya perusahaan daerah harus eksis, karena daerah tidak boleh berbisnis, itulah sebabnya dibentuk perusahaan daerah . Disinggung apakah DMB sehat atau tidak, tergantung dari RUPS nanti. Karena, bagaiamana pun DMB sudah dirasakan manfaatnya oleh daerah.

“Mungkin core bisnis akan ditingkatkan, jarang kok perusahaan daerah mampu akuisisi saham nasional . Apalagi Rp 100 miliar yang diperoleh dari penjualan saham itu, “ujarnya.

Untuk diketahui, setelah hampir 2 tahun, lika liku penjualan saham 6 persen milik PT Daerah Maju Bersaing (DMB) yang telah dijual sejak tahun 2016 lalu, kini telah dibayar lunas. Malah, PT Multi Capital (MC) mentransfer sisa uang penjualan saham senilai Rp 100 miliar, Jumat 8 Juni lalu.

Saham PT DMB yang dimiliki oleh Pemerintah provinsi NTB, Pemerintah kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat itu, dijual dengan harga Rp 469.299.640.000.

“Alhamdulillah sudah ditransfer hari ini, sekarang sudah lunas kita terima uang penjualan saham,” terang Direktur utama (Dirut) PT DMB, Andi Hadiyanto.

Dari penjualan saham tersebut, PT DMB juga telah menerima deviden tahun buku 2012 senilai Rp 87.468.360.000, Adven deviden tahun buku 2013, 2014 dan 2015 senilai Rp 161.232.000.000. Dengan begitu, total uang yang didapatkan PT DMB dari keputusan menjual saham sebesar Rp 718 miliar.

Sejak awal, Andi yakin pihak Multi Capital akan menyelesaikan kewajibannya dengan baik. Mengingat, kerjasama yang telah dibangun cukup lama. Selama itu, Multi Capital dan DMB yang membentuk perusahaan konsorsium PT Multi Daerah Bersaing (MDB) telah bekerja berusaha saling menguntungkan.
Saham 24 persen PT MDB pada PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), sebenarnya telah lunas dibayar langsung oleh Arifin Panigoro sejak tahun 2016. Namun, Multi Capital tidak memberikan hak PT DMB waktu itu. Alasannya, saham yang dijual rugi membutuhkan langkah-langkah untuk membayar terlebih dahulu kewajiban di tempat lain. Jatah PT DMB yang memiliki 25 persen saham di PT MDB, dijanjikan menerima uang sejak tahun 2017.

Disinggung soal apakah setelah pembayaran devistasi lunas terbayar? Dirinya menyerahkan ke pemegang saham.

“Kalau itu, tergantung pemegang saham,” pungkasnya belum lama ini. (TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button