Pariwisata

Dewan NTB Minta Pengamanan Hotel Tidak Over

Mataram, Talikanews.com – Adanya langkah pihak hotel perkatat pengamanan terhadap tamu yang berkunjung didalamnya wisatawan, dengan cara diperiksa dan lain sebagainya. Ditanggapi sekretaris Komisi II DPRD NTB, Yek Agil.

Politisi PKS NTB itu sedikit menyayangkan stateman ketua DPD PHRI NTB, L Hadi Faesal yang mengatakan, pengamanan lebih diperketat . Dimana, setiap kendaraan yang masuk dicek dengan uji metal detektor. Tidak hanya tamu hotel, mobil pejabat atau lainnya pun diperiksa.

Langkah itu, semata mata bagian dari upaya pencegahan agar suasana hotel kondusif dan tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Apalagi pengecekan mobil masuk hotel dan barang barang tamu.

“Bagi saya, jika mau berstateman iya harus dinamis, jangan membuat wisatawan resah, ” ungkapnya, Rabu (16/5).

Menurutnya, dalam persoalan pasca pengeboman di Surabaya. Memang banyak dampak negatif, bukan hanya terhadap keamanan, malah pariwisata pun ikut kena imbas. Hanya saja, banyak cara untuk meyakinkan wisatawan, dalam hal ini stakeholders pariwisata harus mampu berikan jaminan keamanan .

“Jangan sikapi berlebihan, penjagaan keamanan jangan terlalu berlebihan juga, itu dapat membuat orang risih,” kata dia.

Agil berpesan, sikap petugas keamanan juga jangan terlalu berlebihan. Jangan sampai tamu atau wisatawan menjadi trauma dan risih akibat terlalu protektif.
Lebih baik lanjutnya, pihak keamanan melakukan pengawasan secara tersembunyi, dimana titik yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan tersebut. Dirinya juga yakin, aparat keamanan mengetahui titik tersebut.

Disinggung apakah sikap pihak hotel perkatat pengamanan? Ditegaskan Agil, bukan salah, akan tetapi, jangan sampai orang atau wisatawan yang ingin datang berlibur menikmati kenyamanan daerah kita menjadi risih akibat protektif pengamanan.

“Kita ini pusat destinasi, pasti punya cara pengamanan yang lebih soft, agar kenyamanan tidak terganggu,”ujarnya.

Agil menambahkan, jangan karena kejar faktor keamanan tapi berpengaruh terhadap kenyamanan wisatawan, jelas itu dianggap mengganggu.

“Mari kita melakukan pengamanan lebih soft, tidak protektif seolah-olah pengunjung yang datang terkesan aliran keras yang bawa sesuatu,” tutupnya (TN-04)

Related Articles

Back to top button
Close