Hati-Hati Atas Potensi Peningkatan Kecepatan Angin Hingga Besok

Lombok Tengah, Talikanews.com – Masyarakat Nusa Tenggara Barat di imbau supaya lebih berhati jika ingin keluar rumah karena, sejak tanggal15 Mei – 18 Mei 2018, terjadi potensi peningkatan kecepatan angin.

Berdasarkan analisis BMKG Stamet BIL, ada peningkatan kondisi kecepatan angin di wilayah Nusa Tenggara Barat beberapa hari terakhir di sebabkan oleh adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signfikan di wilayah Utara dan Selatan ekuator .

Posisi matahari yang berada di utara ekuator mendukung terbentuknya pusat tekanan rendah di wilayah tersebut yang mencapai 1008 hPa, sedangkan di wilayah selatan, mulai terbentuk pusat tekanan tinggi (1030 hPa).

Perbedaan tekanan yang cukup signifikan tersebut berpengaruh pada peningkatan kecepatan angin di wilayah selatan ekuator, mengingat wilayah NTB yang berada di selatan dekat dengan pusat tekanan tinggi yang berada di daratan Aurstalia, sehingga mendukung terjadinya peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB.

“Berdasarkan hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi BIL Praya, arah kecepatan angin umumnya dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 40 km/Jam, “Prakirawan Levi Ratnasari.

Dia memaparkan, adanya pengaruh faktor lokal itu, sehingga terbentuk daerah perlambatan angin di wilayah Lombok bagian barat dan utara, serta Sumbawa bagian barat dan tengah. Kondisi tersebut juga didukung cukup signifikannya kelembaban Udara pada lapisan permukaan hingga ketinggian 700 mb (70 %– 85 %) sehingga memicu terbentuknya awan-awan hujan di beberapa wilayah di NTB.

Potensi Kondisi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB di prakirakan dapat mencapai nilai maksimum hingga 50 km/jam dan masih akan berlangsung hingga 3 hari kedepan, serta adanya potensi Hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang pada siang hingga malam hari di sebagian Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa bagian Barat dan Tengah.

Dampaknya, masyarakat dihimbau agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti pohon tumbang dan juga peningkatan tinggi gelombang mencapai ≥ 2 meter di Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape dan Perairan Selatan NTB. (TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button