Merasa Difitnah, TGB Siapkan Kuasa Hukum Untuk Menggugat

Mataram, Talikanews.com – Merasa diusik dengan berbagai macam isu dan fitnah dibeberapa media sosial dan pemberitaan. Yang memojokkan Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi dalam devistasi saham PT AMNT menjelang Pilkada dan Pilpres. Membuat “Relawan kami TGB” menyiapkan kuasa hukum untuk melaporkan ke aparat penegak hukum.

Ketua relawan kami TGB, M Nashib Ikroman, bersama, PW NW, Irzani dan para lawyer mengklarifikasi tuduhan dan fitnah terhadap TGH M Zainul Majdi selama ini.

Acip menjelaskan, ada beberapa isu krusial yang terus dimunculkan ketika ada momentum Pilkada dan Pilpres seperti penjualan saham Newmont. Padahal, dalam proses penjualan saham dan devistasi itu, bukan hanya dilakukan oleh TGB sendiri. Melainkan, Ada tiga daerah pemegang saham terlibat dalam hal ini.

Lebih parah lagi, ada aksi didepan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, mengkaitkan nama TGB. Kemudian, ada beberapa kelompok mempertanyakan bahwa TGB ceramah atau berdakwah ke beberapa daerah.

“Atas dasar itulah kami mulai merespon karena, titik kesabaran tidak bisa ditolerir. Ini sangat mengganggu kami sehingga akan melakukan langkah hukum dengan siapkan kuasa hukum,” ungkapnya di Mataram, Selasa (24/4).

Dia menambahkan, ada yang diduga sengaja membuat freming isu hanya menonjolkan TGB, padahal semua orang paham soal isu devistasi. Yang jelas, ada kelompok yang sengaja menggiring isu devistasi.

“Saya jelaskan, PT DMB merupakan perusahaan daerah yang menjual saham atas kesepakatan tiga daerah selaku pemilik saham. Kenapa hanya TGB saja dimunculkan,” kata dia.

Acip menjelaskan, penjualan saham itu merupakan proses bisnis to bisnis, merupakan keputusan tiga pemilik saham “Kami indikasikan ada kelompok-kelompok elit  asal NTB yang ada di jakarta yang miliki motif tertentu, yang terus menggosok persoalan ini. Terkesan kelompok itu dimanfaatkan oleh kelompok tertentu juga. Itu disebabkan, ada pihak yang terganggu atas populernya nama TGB, ” tuturnya.

Dia mencontohkan seperti kelompok Hatta Taliwang. Dimana, menggelar diskusi soal devistasi, kemudian kaitkan dengan Pemda NTB. Lebih parah buat siaran pers, mestinya harus menyebut  tiga daerah, bukan hanya Pemprov saja.

” Lagi sekali, ini fitnah, yang tidak fer. Sama halnya dengan isu NU – NW, padahal hubungan organisasi islam ini tidak ada masalah dari dulu,” ujar dia.

Menurut Acip, kenapa tidak melihat atau memunculkan keberhasilan pemerintah daerah yang mampu menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan perekonomian masyarakat di kepemimpinan TGB.

Disinggung apakah ada keterlibatan dengan Partai Politik, karena ini momen poltik? Acip menegaskan, belum membaca kearah sana. Namun perlu dicek oknum yang sering berkoar apakah memiliki KTA parpol atau tidak.

Sementara itu, Sekretaris PW NW NTB, H Irzani mengaku, selama ini telah bersabar, dan terus berdoa. Namun, dibalik diamnya, terus di fitnah sehingga saatnya angkat bicara.

“Ngapain berkoar dari Jakarta, ayo lah kita orang timur, bisa duduk bersama. Kami siap dengan segala konsekuensi,” terangnya.

Kuasa Hukum, Herman Saputra SH, mengatakan, sudah menyiapkan langkah terhadap tuduhan yang tidak ada dasar bukti dan landasan hukum. Apalagi terus melakukan pencemaran nama baik terhadap TGB, dan ini akan jadi masalah hukum.

“Misal, TGB diduga telah melakukan korupsi tanpa ada proses hukum selama ini. Argumentasi orang ini tidak miliki bukti dan kami akan tempuh jalur hukum,” ancamnya.

Herman memaparkan, barang siapa yang berbuat fitnah dan pencemaran nama baik, maka akan melakukan upaya hukum, karena berkaitan dengan UU ITE nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi. Dimana tertuang dalam pasal 27 ayat 3, bahwa informasi yang dipublik berbuatan fitnah dan pencemaran nama baik, akan dilaporkan.

“Kami akan lakukan Somasi terbuka terhadap orang-orang yang terus menerus melakukan pencemaran nama baik dan laporkan ke aparat penegak hukum, ” tegas dia.

Lain halnya dengan Imam Sofian SH juga kuasa hukum TGB. Saat ini, sedang melakukan kajian hukum terhadap isu dan pemberitaan yang diduga mencemarkan nama baik TGB. Kemudian, hasil kajian itu disamakan dengan pendapat aparat penegak hukum untuk dilaporkan.

“Kami juga bentuk enam lowyer, untuk sosmasi oknum yang mencemarkan nama baik TGB,” tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button