Pimpinan Tidak Baca Surat Fraksi, Anggota Dewan Ngambek

Mataram, Talikanews.com – Beberapa anggota DPRD NTB, menyampaikan rasa kecewa terhadap pimpinannya dalam hal ini, Hj Isvie Rupaeda.

Kekecewaan itu muncul lantaran, buk Isvie tidak membacakan surat masuk dari Fraksi partai Gerindra, terkait usulan pergantian wakil ketua DPRD yakni Mori Hanafi oleh L Wirajaya, saat paripurna LKPJ Pemprov NTB, atas pelaksanaan program TGB-Amin, di ruang paripurna DPRD NTB, Senin (23/4).

Pada saat sidang berlangsung, L Wirajaya mengajukan interupsi menanyakan alasan pimpinan sidang dalam saat itu Hj Isvie Rupaeda tidak membacakan surat masuk dari Fraksi Gerindra tanggal 16 April, tentang pergantian Mori Hanafi.

“Ini sudah kebiasaan buk Isvie menjawab . Padahal hanya membaca surat masuk dari Fraksi dan itu wajib hukumnya dibaca karena sudah diatur dalam tata tertib DPRD NTB, “ungkapnya.

Dia mengatakan, ada hak Fraksi untuk menanyakan hal itu karena merupakan ketentuan. Terlebih, surat pergantian pimpinan itu berasal dari DPP Gerindra, yang diusulkan melalui Fraksi. Namun sampai tanggal 23 April, belum dibacakan.

“Justru kalau berlama-lama, akan membuat roda pemerintahan tidak bagus. Akan temui pimpinan untuk cari solusi,” kata dia.

Terkait hal itu, Hj Isvie Rupaeda langsung menegaskan, bukannya tidak mau membacakan surat masuk tersebut. Tapi, persoalan pergantian ini belum dibahas tingkat pimpinan, artinya, tidak bisa dirinya ambil keputusan sepihak.

“Akan dibahas tingkat pimpinan karena ini bicara membahas pengganti pimpinan,” ujarnya.

Jawaban Isvie tersebut mendapat tanggapan keras dari Nurdin Ranggabrani. Usai paripurna, politisi PPP itu menjelaskan bahwa, dalam aturan, ketika ada surat masuk itu harus dibaca. Persoalan ada dibahas tingkat pimpinan, jangan sampai diungkapkan ke publik karena itu rahasia pimpinan.

Ia juga mempertanyakan alasan kenapa pimpinan DPRD tidak segera membacakan surat dari Fraksi Gerindra. Kalau melihat dari aturan, sangat resmi, apalagi keluar dari DPP Gerindra, melalui DPD dan Fraksi yang merupakan perpanjangan tangan partai di Dewan.

“Jangan ulur waktu, jika urusan internal, silahkan bahas debgan internal pimpinan, tidak boleh dipublik, ” sarannya.

Kekecewaan itu juga muncul dari ketua Fraksi Gerindra, H Sabirin. Dia mengaku sangat kecewa atas sikap pimpinan DPRD NTB yang tidak membacakan surat itu.

” Iya kecewa, kenapa diperlambat, mestinya saat paripurna hari Jumat kemarin sudah dibaca, nyatanya tidak. Mari kita berjalan sesuai tatib lah, ” cetus dia.

Disinggung kenapa tidak interupsi saat paripurna berlangsung? Dia mengatakan, sedang tugas luar sehingga tidak diperbolehkan.

” Andai saja tugas luar ini sudah selesai, saya pasti pertanyakan, “tutupnya. (TN-04)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button