Daerah

Puluhan Ritel Modern Diindikasi Bodong, Dinas Perizinan Diduga Masuk Angin

Lombok Tengah, Talikanews.com – Puluhan ritel modern di Lombok Tengah terindikasi bodong. Hal itu terkuak ketika sejumlah masyarakat mendatangi Kantor DPRD Loteng untuk menanyakan masalah menjamurnya ritel modern di Lombok Tengah itu.

Perwakilan masyarakat, Selamet Riadi alias Rebe dengan menggunakan pengeras suara berbicara di depan Gedung DPRD Loteng mengenai indikasi bodongnya puluhan ritel modern ini.
Dengan tegas dia mengatakan jika Dinas Perizinan tidak bisa menyembunyikan masalah itu dari masyarakat.

“Dari 133 ritel modern yang ada, ada 33 yang belum berizin tetapi tetap saja beroperasi,” teriaknya menggunakan pengeras suara.

Rebe yang awalnya akan melaksanakan hearing tetapi tidak diterima oleh anggota DPRD Loteng karena sedang ada rapat Pansus LKPJ itu menegaskan, 33 ritel modern yang bodong itu tersebar di seluruh wilayah Loteng.

“Kami punya data, dan kami sebagai masyarakat siap dihadapkan dengan dinas perizinan. Kita lihat siapa yang benar,” tegasnya.

Lebih jauh dia bahkan menduga, masih beroperasinya ritel modern bodong itu karena ada indikasi bahwa Dinas Perizinan ‘masuk angin’.
Sebab, lanjut dia, jika tidak, maka seharusnya dinas perizinan memiliki data dan langsung berkoordinasi dengan Sat Pol PP atau instansi terkait lainnya agar ritel modern itu bisa segera ditutup.

“Keberadaan ritel modern itu bisa menjadi penyebab masyarakat pengusaha kecil dan menengah gulung tikar. Kalau tidak ditutup segera masyarakat kita mau usaha apa?” sambungnya.

Rebe yang hingga akhir tidak diterima oleh anggota dewan yang sedang rapat akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Meski begitu, dia berjanji akan datang kembali dengan membawa massa yang lebih besar untuk menggedor dewan dan dinas perizinan. (CR.1-TN)

 

Related Articles

Back to top button