Ada Signal Sumsel Dukung NTB dan Bali Tuan Rumah PON

Palembang, Talikanews.com – Usaha Pemerintah Provinsi NTB untuk meminta dukungan terhadap semua pihak mulai dari KONI Pusat, Anggota DPD dan DPR RI juga Sumatera Selatan yang merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang dikenal Provinsi olahraga tidak lah sia-sia.

Bagaimana tidak, daerah sebutan Sriwijaya itu, yang telah sukses menggelar event-event nasional bahkan internasional khususnya dibidang olahraga. Kini memberikan sinyal mendukung NTB dan Bali sebagai tuan rumah PON XXI 2024.

Dukungan itu muncul dari Sekretaris KONI sekaligus Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan, H Ahmad Yusuf. Dihadapan rombongan Pemerintah Daerah Provinsi NTB dalam hal ini, Wakil ketua DPRD, H Abdul Hadi, Wakil ketua Komisi V, HMNS Kasdiono pengurus KONI dan Diskominfotik, menegaskan, akan sampaikan kepada Gubernur Sumsel, yakni Alex Noerdin, apa maksud dan tujuan rekan-rekan dari NTB bahwa dalam rangka persiapan sebagai tuan rumah bersama PON XXI 2024, sekaligus minta dukungan.

“Kami akan sampaikan, dan kami sangat mendukung jika NTB dan Bali sebagai tuan rumah PON XXI 2024. Apalagi akan angkat tema, sport tourism dan Culture, “ungkapnya, Jumat (13/4).

Yusuf memaparkan kesungguhan provinsi Sumatera Selatan dibidang olahraga sehingga dinobatkan oleh kementerian Pariwisata sebagai Kota tujuan wisata olahraga (Sport Toursm) di Indonesia dan juga kepercayaan dunia sebagai Tuan Rumah Penyelenggara Event Internasional Asian Games ke-18 tahun 2018 bersama DKI Jakarta.
Hal tersebut bukanlah mudah untuk bisa menjadi tuan rumah event international Asian Games, semua itu direbut karena Provinsi Sumsel memiliki pengalaman menyelenggarakan event-event olahraga international sekelas Asia, Asia Pacifik bahkan dunia.

” Penyelenggaraan event dimulai dari PON 2004, Sea Games 2011, 3rd Islamic Solidarity Games 2013 dengan peserta 52 negara, 17th Association of South East Asian Nations (ASEAN) University Games pada 2014. Sejak saat itu 42 event olahraga bertaraf Asia, Asia Pacifik bahkan dunia bermain di JSC,” kata dia.

Lebih jauh Yusuf mengungkapkan, Modal utama yang dimiliki provinsi Sumsel dan telah diakui dunia, Provinsi Sumsel adalah provinsi yang konsisten menjaga kondusifitas. dimana, tidak ada kerusuhan antar etnis, budaya apalagi agama. Faktanya, Ia menyebut saat ini sedang dibangun enam rumah ibadah dari enam agama secara berdampingan dan ini satu-satunya yang ada di dunia.

“Modal utama kita dipercaya melaksanakan event-event Internasional karena kondusifitas daerah. Alhamdulillah belum pernah terjadi dan Insya Allah tidak akan pernah terjadi kerusuhan antar etnis dan antar umat beragama. Bahkan zero konflik Provinsi Sumsel sudah menjadi perhatian dunia,” tuturnya.

Yusuf menyinggung soal transportasi yang diperbolehkan untuk mengangkut atlet dan official Asian Games 2018 selama berada di kompleks JSC hanya electric car dan hydrogen car (Zero emission mobility). Dimana Provinsi Sumsel merupakan pertama kali di Indonesia yang akan menggunakannya. lebih membanggakan pula adalah penggunaan Hydrogen car saat Asian Games 2018 mengalahkan Tokyo yang baru akan direalisasi tahun 2020.

“Yang Paling fenomenal adalah Light Rail Transit (LRT) pertama yang menyebrangi sungai yakni Sungai Musi, perjalanan dari bandara sampai JSC itu juga sudah termasuk perjalanan wisata. Sampai ke JSC atlet diangkut dengan hydrogen car. Jadi kita betul-betul memberi kenyamanan untuk para Atlet,” tuturnya.

Dia mengaku, Sport legacy menjadi aspek yang jauh lebih penting dari setiap penyelenggaran event olahraga dan kunjungan pimpinan DPRD Provinsi NTB sangatlah tepat dan Insya Allah Provinsi Sumatera Selatan akan memberikan support agar PON XXI tahun 2024 bisa terselenggara dengan sukses baik sukses prestasi maupun sukses penyelenggaraan.

“Kami sangat mendukung NTB dan Bali tuan rumah PON, sangat menarik lagi munculkan sport tourism dan culture,” ucapnya.

Sementara itu, ketua rombongan dari Provinsi NTB juga wakil ketua DPRD Provinsi NTB, H Abdul Hadi mengakui, NTB dan Bali sebagai destinasi wisata yang memiliki sport tourism adalah nilai tawar yang akan mampu member nilai tambah bagi PON nantinya. Selain itu juga NTB dan Bali memiliki posisi yang strategis tidak hanya dari sisi letak tetapi juga dari keterjangkauan sebab dapat ditempuh melaui jalur laut, udara dan darat.

“Itulah makanya niat kami datang kesini untuk belajar sehingga NTB dapat menjadi tuan rumah PON XXI tahun 2024 bersama Bali sekaligus mohon dukungannya pada saat bidding yang ditentukan pada tanggal 24 April 2018 dalam Musornaslub.” tandasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB HMNS Kasdiono. Menurutnya, NTB memiliki komitmen dan keseriusan kuat menjadi tuan rumah bersama PON 2024 dengan Bali.

Ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan Pemeritah NTB untuk menjadikan daerah seribu masjid tuan rumah PON XXI harus di beck up oleh seluruh pihak termasuk provinsi lain terutama provinsi yang pernah ditunjuk sebagai tuan rumah.
Dukungan politik, kata Kasdiono, sangat penting karena berkenaan dengan budgeting dan kontroling.

“Kalau provinsi lain berlomba-lomba menjadi tuan rumah karena memiliki target yakni juara umum. Prestasi penting tetapi sportif untuk mencapai prestasi itu lebih penting,” akuinya.

Untuk itulah, jika NTB ditunjuk menjadi tuan rumah maka PON nantinya merupakan PON bermartabat. Karena, tidak akan mengejar juara umum melainkan bagaimana memberikan kesan terbaik bagi semua daerah.

Untuk diketahui, kedatangan rombongan Provinsi NTB disambut Kepala Dispora Provinsi Sumatera Selatan H.Akmad Yusuf Wibowo mewakil gubernur didampingi Perwakilan Komisi V DPRD Prov.Sumsel, Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Prov.Sumsel, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Prov.Sumsel, Amrullah S.STP., M.Si, Perwakilan dari KONI Sumsel, Direktur PT.Jakabaring Sport City Palembang Mirza, SIWO Pwi Prov.Sumsel. (TN-04)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button