Melalui KSP, TGB Tagih Janji Presiden Bangun Bypass Lembar-Kayangan

Mataram, Talikanews.com – Gubernur NTB, M Zainul Majdi kembali menagih janji presiden RI, Joko Widodo dua tahun lalu yaitu membangun Jalan Bypass Lembar menuju Kayangan, Lombok Timur. 

Tidak merasa sungkan, dihadapan Kepala Staf Presiden (KSP), Jendral Moeldoko. Sapaan TGB  menagih janji Jokowi yang disampaikan langsung kepada masayarat NTB saat Hari Pers Nasional (HPN) 2016, di Kuta Lombok Tengah. 

“Saya sudah sampaikan apa yang dijanjikan pak Presiden Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Mudahan, apa yang menjadi aspirasi masyarakat NTB juga janji itu direalisasikan,” ungkapnya, Jumat (9/3).

Gubernur dua periode itu mengatakan, pembangunan Bypas Lembar Kayangan menjadi salah satu harapan masyarakat NTB karena sentral akses perekonimian yang tidak saja menyambungkan internal pulau Lombok, tetapi dampak dari Bypas itu memudahkan akses ekonomi menuju pulau Sumbawa. 

“Saya sudah ingatkan, kita tetap tagih janji itu,” kata dia. 

Terkait hal itu,  Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko mengaku akan menyampaikan usulan yang pihaknya terima usai balik kunjungannya di NTB. 

Kedatangan KSP, kata dia bertujuan melihat dari 60 program yang ada untuk NTB, mana saja yang belum dan sudah direalisasikan. 

“Kita bawa usulan ini ke Presiden,” janji Moeldoko.

Salah satu tugas KSP, kata Moeldoko yaitu komunikasi politik. Komunikasi politik tidak mengarah kepada kontek Pilpres 2019 atau akan berkampanye, tetapi diutusnya KSP di NTB untuk mengakomodir segala hal yang menjadi aspirasi warga NTB telah diinternalisasikan teruma berkaitan dengan pembangunan khusus di NTB.

“Kita sudah internalisasi antara yang belum dan sudah (dilakukan). Tadi malam juga hasil pembicaraan dengan beberapa tokoh sudah kita cacat kebutuhan (pembangunan) di NTB” ujar dia.

Presiden, kata dia, melihat NTB sebagai daerah yang perubahannya signifikan, tingkat pertumbuhan ekomoni cukup tinggi, besar dan pesat. Dari pesatnya pembangunan itu, Presiden melihat dua hal yang perlu lagi diakselerasikan yaitu dibidang pertanian dan tata lingkungan.

Dari dua aspek itu, Moeldoko mengatakan NTB harus lebih membaca persoalan kesediaan air. 

Melalui KSP, Presiden meminta Pemda NTB agar betul diperhatikan sehingga air tidak lagi menjadi persoalan daerah kedepannya.

“Tapi sebetulnya kalau masalah air bukan semata urusan pemerintah pusat atau gubernur NTB, tetapi masayarat juga perlu memperhatikan tata lingkungan, memelihara lingkungan sehingga air terjaga,” tutupnya. (TN-04)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button