Ahmad Ziadi : Kenapa Harus Pasar Jelojok

Lombok Tengah, Talikanews.comSetelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) resmi melakukan penandatangan pinjaman sebesar Rp 79 miliar, Rabu (31/1) di hotel Novotel, Kuta, Pujut.

Kemudian, pinjaman itu akan diperuntukkan untuk memperindah atau mempersolek pasar Jelojok, Kopang. Tapi, arah peruntukan pinjaman itu sempat menuai penolakan dari sejumlah DPRD.

Karena dinilai ada harus diperhatikan lebih dahulu dari pada pasar Jelojok, yakni Dam Mujur. Bahkan, ketika itu pimpinan DPRD Loteng, Ahmad Ziadi dan Burhanudin Yusuf mempertanyakan kenapa harus pasar Jelojok diprioritaskan, lantas Dam Mujur mau diapakan?.

“Perlu diketahui, tidak bisa pinjaman itu dianggarkan sepenuhnya untuk pasar Jelojok,” ujar Ziadi.

Pasalnya tegas Ziadi, dalam keputusan pansus yang disampaikan pada sidang paripurna tidak hanya membahas soal pinjaman saja, melainkan ada rekomendasi yang keluarkan yakni pembentukan pansus percepatan Dam Mujur.

Jadi, anggaran pinjaman itu tidak bisa dilaksanakan, bila tidak dilakukan bersamaan dengan pembangunan dam Mujur.

“Pokoknya tidak ada jaminan dari kami untuk menganggarkan pembangunan pasar Jelojok itu, bila tidak dibarengi dengan percepatan pembangunan dam Mujur,” tegasnya.

Sehingga, terkait persoalan ini pihaknya sudah krisis kepercayaan. Untuk itu, pihaknya telah melakukan rapat dengan pimpinan DPRD serta sejumlah Ketau fraksi dalam menanggapi persoalan ini.

“Intinya pembentukan pansus percepatan dam Mujur harus dibuat,” tandasnya.

Sedangkan, apa yang menjadi statmen pimpinan DPRD itu seolah-olah diindahkan. Buktinya, pinjaman Rp 79 miliar itu tetap akan diperuntukkan untuk pasar Jelojok.

“Semua anggaran pinjaman itu akan diperuntukkan untuk pasar Jelojok,” tegas bupati Loteng, HM Suhaili FT usai melakukan penandatangan dengan PT SMI.

Kepala Dinas Perkim Loteng, Lalu Firman Wijaya menjelaskan, pasar Jelojok akan dikerjakan paling telat Juli atau Agustus mendatang. Sehingga, tahun 2019 pasar itu sudah bisa digunakan.

“Target satu tahun selesai,” terangnya.

Untuk itu, ketika akan dikerjakan nanti, para pedagang akan di relokasi sementara ke tempat lain. Namun, dimana tempatnya itu tergantung dari hasil kesepakatan pedagang.

“Intinya kita akan siapkan tempat relokasi sementara,” ujarnya.

Sementara, lahan yang dihabiskan untuk pasar Jelojok sekitar 3 hektar, diantaranya nanti sekitar 7.000 meter persegi untuk bangunan, 40 persen untuk ruang terbuka dan lainnya.

“Bangunan yang akan kena dampak perlauasan lahan juga, SDN 2 Kopang, eks UPT Kehutanan, permukiman warga sekitar 22 are dan terminal,” jelasnya.

Sedangkan, pasar Jelojok nanti akan bisa menampung sekitar 400 pedagang, khususnya pedagang basah. Sehingga dengan kapasitas yang disediakan itu akan bisa menampung semua pedagang basah yang sekarang berjualan di pasar Jelojok. Karena sekarang saja jumlah pedagang basah sekitar 300 orang. “Pokoknya kita perioritaskan untuk pedagang lama,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button