Pemasangan Pal TWA Gunung Pengolong Akan Dilakukan Kembali

Lombok Tengah, Talikanews.comBalai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wilayah Lombok, di Lombok Tengah (Loteng) yang dimaksud, sudah tidak ada masalah lagi soal lahan yang diambil alih atau dikuasai oleh masyarakat maupun para investor di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pengolong Desa Tumpak, Pujut.

“Alhamdulilah, sudah tidak ada masalah,” kata Kepala BKSDA Loteng Lalu M Fadli, diruang kerja, Senin (15/1).

Tentu tambah Fadli, sebelumnya sempat menuai gejolak masyarakat. Bahkan, mereka melakukan penghadangan ketika melakukan pemasangan pal atau tapat batas di wilayah TWA.

Tapi, setelah ditelusuri kata yang ditimbulkan masyarakat itu sangat berharga, karena kepala desa saat itu yang dijabat Hamidan sudah mengeluarkan 10 sporadik. Namun, untungnya BPN tidak mengeluarkan sertifikat diatas lahan tersebut.

“Sekarang pak Camat sudah jamin keamanan untuk pemasangan sobat,” terangnya.

Kemudian, sejuah ini suka sedang melakukan perbaikan terhadap lokasi pemasangan sobat. Hanya saja, tinggal menunggu rekontruksi yang dilakukan dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Bali.

“Kalau sudah selesai dari BPKH Bali, baru kita akan melakukan pemasangan sobat,” ujarnya.

Sementara, dari rekontruksi yang telah dilakukan diatas lahan seluas 132,6 hektare (ha), dengan panjang kawasan 5.958,76 meter diprediksi pemasangan pal mencapai 40 unit. “Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai,” harapnya.

Sementara, dari enam TWA yang ada di Loteng, seperti TWA Gunung Prabu dengan luas area 464 ha, TWA Gunung Meregejek 87 ha, TWA Gunung Gelapak 149 ha, TWA Gunung Terawas 35,9 ha dan TWA Gunung Meresek 62,70 ha, hanya saja TWA Gunung Pengolong yang hanya menyisakan masalah.

“Yang lain tidak ada masalah,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button