Terindikasi Banyak Tak Jelas, Kelompok Tani Abal-Abal Bakal Dicoret

Lombok Tengah, Talikanews.com -Kelompok tani di Kabupaten Lombok Tengah Dinas Pertanian Lombok Tengah akan mendata seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Loteng. Karena, terindikasi banyak yang tak jelas. Artinya hanya nama saja, tapi pengurusnya tidak ada.

Kepala Dinas Pertanian Loteng, Lalu Iskandar mengatakan, jumlah kelompok tani saat ini mencapai 2.800, dan itu tersebar di seluruh kelurahan/desa di Loteng. Tapi, dari sekian kelompok tani itu, pihaknya belum tahu kejelasannya, apakah aktif atau hanya numpang namanya saja. Sehingga untuk memastikan mana kelompok yang benar aktif, pihaknya akan turun melakukan pendataan ulang.

“Dalam waktu dekat ini kami akan turun melakukan pendataan,” terangnya.

Kemudian, dari data sementara, ia mengakui ada kelompok tani yang terindikasi abal-abal, dimana pengurusnya tidak ada. Bahkan ada kelompok tani yang sekretarisnya berada di Malaysia. Tidak hanya itu, ada pula kelompok tani yang didalam kepengurusannya keanggotaannya itu keluarganya saja.

“Kasus ini sebenarnya sudah lama terjadi. Hanya saja sulit dikendalikan, karena lemahnya pengawasan dari penyuluh pertanian,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada penyuluh pertanian bila ada ditemukan kelompok tani tidak jelas, agar ditindak tegas. Bila perlu dicoret. Sehingga dengan begitu jelas mana kelompok tani yang benar-benar aktif atau tidak.

“Sekarang kita sangat kewalahan, ketika kita mau berikan bantuan, harus kembali melakukan verifikasi kepada kelompok tani tersebut,” ucapnya.

Semua ini disebabkan, karena belum ada data valid mana kelompok tani yang betul aktif atau tidak. Jika sudah valid, tidak perlu harus turun lagi melakukan verifikasi data.

“Pokoknya kita akan revitalisasi kelompok tani yang ada,” tandasnya.

Sementara, Wakil Bupati Loteng, Lalu Pathul Bahri mengakui banyaknya kelompok tani di Loteng, hampir rimbuan. Tapi bantuan yang diberikan Pemerintah Loteng tidak sampai ribuan. Sehingga harus ada yang tidak dapat. Bagi yang tidak dapat pihaknya meminta untuk bersabar.

“Untuk yang dapat kami minta bantuan itu dikelola dengan baik,” tungkasnya. (TN-03)

Related Articles

Back to top button